News

What's happening in PresUniv


Published: 29 Aug 2017

Cikarang, Indonesia—President University welcomes 1,138 new students batch 2017 in the event Welcoming Ceremony that was held in Jababeka Convention Center, Cikarang (25/8).  This event was attended by Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd, Coordinator Kopertis Region IV, Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE., M.M., M.A, Rector of President University, and all Deans and Head of Study Programmes of President Univerisity.

The event opened by a remark from Dr. J. Scott Younger, OBE, FICE, International Chancellor of President University and followed by speech delivered by Prof. Dr. Uman Suherman. He stated that President University is one of the Kopertis’ pride. Despite its young age, President University has the innovation and vision to achieve its mission. He elaborates that education is the reflection of the quality of human resources.

Furthermore, head of study programmes symbolically enrobe the almamater to the representative of students as symbol for being part of the university. Dr. Jony delivers welcoming speech in the event. He welcomes new students that are coming from various regions and countries which 100 of them coming from overseas, and it compose the diversity and uniqueness in President University.

“We are here not only to help you master in diploma of skill and technology, but also to build the character and integrity. In the next few years we will all graduate with the new degree, it is our hope that with this new degree you can create positive change”, said Jony in his speech.

Dr. Jony also hopes that the students could become future leaders, as the name of this university come from the word of ‘President’, the students are hoped to become the president of their own company, organization, and this country in the years to come.

Felicia Putri, the representative of the President University Alumni Association gave a speech on her experience studying in President University. She claimed that President University has helped her to achieve what she has dreamed of. Thus, she encourages the freshmen to join organizations and clubs in President University that share the same vibes to improve the organizational and leadership skill, as well as to interact and make friends with the others.

“The ability to adapt to the new surroundings and to make changes start with something small are important”, said Felicia.

Closing the event, Drs. Teuku Rezasyah, M.A., Ph.D, Dean of Faculty of Humanities lead the closing prayer and Dr. Jony officially closed the ceremony.

In the afternoon on the same day, the new students are also performing various dance and art such as Rampai Nusantara, Maumere Dance, Sajojo Dance, Traditional song, and Musical Drama.
The performance was held to reflect the Nine Core Values (Passion, Responsibility, Entrepreneurial Spirit, Sincerity, Inclusiveness, Dedication, Excellence, Nationalism, and Trendsetter) of President University that have been taught during matriculation creatively and as well as for showing the students’ talent. (SL)


Cikarang, indonesia—President University menyambut 1.138 mahasiswa baru tahun 2017 dalam acara ‘Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru’ yang diselenggarakan di Jababeka Convention Center (25/8). Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd, Koordinator Kopertis Wilayah IV, Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE., M.M., M.A, Rektor President University, dan semua Dekan dan Kepala Program Studi President University.

Acara ini dibuka oleh sambutan dari Dr. J. Scott Younger, OBE, FICE, International Chancellor President University dan dilanjutkan dengan pidato dari Prof. Uman Suherman. Ia menyatakan bahwa President University adalah salah satu kebanggaan Kopertis. Meski umurnya yang terbilang belum lama, President University mempunyai inovasi dan visi untuk mencapai misinya. Ia juga menjabarkan bahwa pendidikan merupakan cerminan dari sumber daya manusia.

Selanjutnya, para kepala program studi dengan simbolis memaikaikan almamater kepada beberapa perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol diterimanya mahasiswa menjadi bagian dari President University. Dr. Jony menyampaikan pidato sambutan dalam acara tersebut. Jony menyambut hangat para mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah dan negara yang 100 orang diantaranya adalah mahasiswa asing, dan hal itu membuat keragaman dan keunikan bagi President University.

“Kami disini tidak hanya membantu kalian untuk mendapatkan gelar dari keahlian dan teknologi, tapi juga untuk membangun karakter dan integritas. Dalam beberapa tahun kemudian, kita semua akan lulus dengan gelar yang baru. Adalah harapan kami bahwa dengan gelar baru tersebut kalian dapat membuat perubahan yang positif”, Ucap Jony dalam pidatonya.

Dr. Jony juga berharap bahwa para mahasiswa kelak dapat menjadi pemimpin masa depan, sebagaimana dengan nama universitas yang berasal dari kata ‘President’, mahasiswa diharapkan untuk menjadi presiden dalam perusahaan, organisasi, maupun negara ini di beberapa tahun yang akan datang.

Felicia Putri, perwakilan dari alumni membagikan cerita mengenai pengalamannya berkuliah di President University. Ia menyatakan bahwa President University telah membantunya untuk mencapai apa yang Ia impikan. Oleh karena itu, Felicia mengajak mahasiswa baru untuk bergabung dengan organisasi dan klub di President University untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, dan untuk berinteraksi dan berteman dengan yang lainnya. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan membuat perubahan yang dimulai dengan sesuatu yang kecil merupakan hal yang penting bagi Felicia.

Menutup acara, Drs. Teuku Rezasyah, M.A., Ph.D, Dekan Fakultas Humaniora President University memimpin doa, kemudian Dr. Jony menutup acara secara resmi.

Pada siang hari di hari yang sama, para mahasiswa baru juga memberikan berbagai pertunjukan seni seperti Rampai Nusantara, Tari Maumere, Tari Sajojo, Lagu Tradisional, dan Drama Musikal. Pertunjukan tersebut diadakan untuk merefleksikan Nine Core Values
(Semangat, Tanggung Jawab, Semangat Wirausaha, Ketulusan, Inklusivitas, Dedikasi, Keunggulan, Nasionalisme, dan Trendsetter) yang sudah diajarkan selama matrikulasi secara kreatif dan sebagai ajang untuk menunjukan bakat. (SL)