News

What's happening in PresUniv


Published: 16 May 2018

The Darmasiswa program has been conceptualized and designed to train young people from different countries aimed at enhancing a mutual understanding and offering a stronger cultural connection among countries through learning Art, Bahasa Indonesia and the Indonesian culture.   During the period of May 5 - 7, 2018, it was my honor to be part of the Darmasiswa Closing Program 2017/2018 as a scholar under this program at President University. This gave me a deep sense of satisfaction that the Darmasiswa Program is culturally fascinating and a learning experience– to put it bluntly, I am truly flattered.

During the ceremony, President University among other Universities presented 5 female Darmasiswa scholars from Uganda, Vietnam, El Salvador, Zimbabwe and Senegal to mark their successful fond experiences to learn Bahasa and the Indonesian cultures. Along with the other Darmasiswa participants, we organized for the Parade of Archipelago (Parade Nusantara), displaying different cultures from the different Islands of Indonesia, a sense of collective learning and intelligence, as seen by our different cultural costumes of Sumatera, Sulawesi, Aceh, Bali, and others. Marching towards the Central of Jakarta near Grand Indonesia with Gamelan melodies blown by the Darmasiswa participants, we enjoyed dancing Maumere (Tari Maumere).

The  systematic and comprehensive program and that it has was clearly demonstrated through Art, Dance and speaking Bahasa during the ceremony. This was truly amazing listening to foreigners speaking Bahasa learned just within eight months. The keynotes by the different Darmasiswa Officials clearly stressed the diplomatic relationship desired between countries participating in the program, thus allowing me to explore a deeper understanding of how the cultural philosophy works

The closing ceremony was like a melting pot for foreigners now speaking Bahasa Indonesia, smiling, sharing experiences and laughter, eating Indonesian cuisines, taking photographs, dancing and singing among others. It was a celebration that we belong to one group. Therefore, I must affirm that the experiences accumulated are valuable as we have established a deeper working relationship with the Indonesian government under the Ministry of Education and Culture (MoEC) and Ministry of Foreign Affairs, the learning institutions and the Indonesian communities/people.

We take back the rich learning experience we were fortunate to have during the program. We are eager and excited to share lessons with our people back home and also take back loads of fond memories of President University and the wonderful people we have met. We carry on the Vision to establish the desired state out of this learning experience. (Flavia Nambooze, Darmasiswa Student from Uganda)


Program Darmasiswa dikonsep dan dirancang untuk melatih kaum muda dari berbagai negara dengan tujuan untuk meningkatkan rasa saling mengerti dan menawarkan hubungan budaya yang lebih kuat di antara berbagai negara melalui pembelajaran Seni, Bahasa Indonesia dan budaya Indonesia. Seiring berjalannya waktu, 5-7 Mei, 2018, adalah kehormatan saya untuk menjadi bagian dari Program Penutupan Darmasiswa 2017/2018 sebagai seorang siswa di bawah program ini di President University. Hal ini memberi saya rasa puas yang mendalam bahwa Program Darmasiswa ini menarik secara budaya dan menjadi pengalaman belajar, terus terang, saya benar-benar tersanjung.

Selama upacara tersebut, President University di antara Universitas lainnya menghadirkan 5 mahasiswi Darmasiswa dari Uganda, Vietnam, El Salvador, Zimbabwe dan Senegal untuk menandai pengalaman mereka yang sukses untuk belajar Bahasa dan budaya Indonesia. Bersama dengan peserta Darmasiswa lainnya, kami mengikuti Parade Nusantara, ini memberikan kesan yang berbeda dari berbagai pulau yang ada di Indonesia, rasa pembelajaran kolektif dan kecerdasan, karena kami mengenakan kostum budaya yang berbeda dari Sumatera, Sulawesi, Aceh, Bali, dan lainnya. Berbaris menuju Central Jakarta dekat Grand Indonesia (1KM) dengan melodi Gamelan yang ditiup oleh peserta Darmasiswa, kami menikmati tarian Maumere (Tari Maumere).

Keynotes yang diberikan oleh Pejabat Darmasiswa yang berbeda jelas menekankan hubungan diplomatik yang diinginkan antara negara-negara yang berpartisipasi dalam program ini, ini memungkinkan saya untuk mengeksplorasi pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana filosofi budaya kerja untuk negara-negara berkembang. Isi dari program yang sistematis dan komprehensif jelas ditunjukkan melalui Seni, Tari dan berbicara Bahasa Inggris selama upacara. Ini benar-benar luar biasa mendengarkan orang-orang asing yang berbicara Bahasa yang dipelajari hanya dalam waktu delapan bulan.

Acara penutupan ini seperti sebuah taman pertemuan bagi orang asing yang sekarang berbicara Bahasa Indonesia, berbagi pengalaman, tersenyum dan tertawa, makan masakan Indonesia, mengambil foto, menari dan bernyanyi bersama yang lainnya. Itu adalah perayaan bahwa kita adalah satu. Oleh karena itu, saya harus menegaskan bahwa pengalaman ini berharga karena kami telah menjalin hubungan kerja yang lebih dalam dengan pemerintah Indonesia di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementrian Luar Negeri, lembaga pembelajaran dan masyarakat Indonesia.

Kami mengambil kembali pengalaman belajar yang kaya yang kami miliki selama program. Kami bersemangat untuk berbagi pelajaran dengan rekan senegaranya kami di rumah. Kami juga mengambil kembali kenangan indah dari President University dan orang-orang luar biasa yang kami temui. Kami melanjutkan Visi untuk membangun negara yang diinginkan dari pengalaman belajar ini.(Flavia Nambooze, Mahasiswa Darmasiswa dari Uganda)