Actual

What's happening in PresUniv


Published: 04 May 2021

President University (PresUniv) successfully passed the first stage of the Independent Campus Competition Program (PK-KM), held by the Directorate General of Higher Education, Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. PK-KM is a higher education development program aimed at improving the quality and relevance of higher education by achieving eight main performance indicators to contribute to increasing the nation's competitiveness. There are three leagues in this competition, namely league-1, for colleges with a total of students over 18000, league-2, for colleges with a total student population of 5001 - 18000, and league-3, for colleges with a total student population of 1000-5000.

PresUniv has also participated in the second phase of the PK-KM in an online visit by three assessors, Thursday (29/4). The assessor consists of prof. Dr. Ir. Hamim Sudarsono, M. Sc., University of Lampung, Dr. Hartati, M.Si. Airlangga University, and Suharman Hamzah, Ph.D., Hasanuddin University. This visit was attended by Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, Rector of PresUniv, Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., Vice Rector for Academic and Student Affairs, PresUniv, Dr. Retnowati, Director of the Institute for Research and Community Service, PresUniv, Maria Jacinta Arquisola, BA, MHRM, Ph.D., Dean of Business Faculty, PresUniv and Donald Samuel, Head of the Student Affairs Bureau, PresUniv.

Donald explained that this visit was intended to see the feasibility and condition of PresUniv regarding the eight main performance indicators. PresUniv has proposed eleven activities to participate in this program. "We have submitted eleven activities in the proposal and received some feedback from the assessor for revision. It seems that there will be compacted activities, "he said. PresUniv proposed two Study Programs to participate in PK-KM, namely Information Technology and Business Administration Study Programs. The reason is that these two study programs already have A accreditation and are applying for international accreditation. (Gilang Suryanata, PR team. Photo: Gilang Suryanata)

Tim Assessor PK-KM Lakukan Kunjungan ke PresUniv

President University (PresUniv), berhasil lolos tahap pertama Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. PK-KM merupakan program pengembangan perguruan tinggi yang ditujukan untuk meningkatkan mutu dan relevansi perguruan tinggi melalui pencapaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa. Terdapat tiga liga dalam kompetisi ini, yaitu liga-1, untuk perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa di atas 18000, liga-2, untuk perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa 5001 – 18000, dan liga-3, untuk perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa 1000-5000.

PresUniv juga telah mengikuti tahap kedua PK-KM berupa kunjungan daring oleh tiga assessor, Kamis (29/4). Assessor terdiri dari Prof. Dr. Ir. Hamim Sudarsono, M. Sc., Universitas Lampung, Dr. Hartati, M.Si. Universitas Airlangga, dan Suharman Hamzah, Ph.D., Universitas Hasanuddin. Kunjungan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, Rektor PresUniv, Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan PresUniv, Dr. Retnowati, Direktur Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) PresUniv,  Maria Jacinta Arquisola, BA, MHRM, Ph.D., Dekan Fakultas Bisnis, PresUniv dan Donald Samuel, Kepala Biro Kemahasiswaan PresUniv.

Donald menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat kelayakan dan kondisi PresUniv terkait delapan IKU. PresUniv telah mengajukan sebelas kegiatan untuk mengikuti program ini. “Kami telah mengajukan sebelas kegiatan dalam proposal dan mendapatkan beberapa feedback dari assessor untuk direvisi. Sepertinya akan ada kegiatan yang dipadatkan,” ujarnya.  PresUniv mengajukan dua Program Studi (Prodi) untuk mengikuti PK-KM, yaitu Prodi Information Technology dan Business Administration. Alasannya, karena kedua Prodi ini telah memiliki akreditasi A dan sedang mengajukan akreditasi internasional. (Gilang Suryanata, tim PR. Foto: Gilang Suryanata)