News

What's happening in PresUniv


Published: 06 May 2019

Industrial dynamics are changing rapidly. Jobs that people looked for 10 years ago are very different from today. In the past, most people preferred to work at banks or become private civil servants. However, nowadays many people wished to pace their career opportunities at start-up companies.  To address this change appropriately, the university as an educational institution is responsible for producing high-quality human resources.

This was mentioned by Gervasius Patar Haryowibowo Samosir at "Alumni Sharing Session: 17th Anniversary Celebration of President University" in Menara Batavia, Central Jakarta (3/5). Patar is an alumnus of Faculty of Business 2004 President University.

This Partner & Managing Director of Indonesia YCP Solidiance explained, "University must be able to help their students find their passion. This is done so that students can choose the right job and enjoy it. In addition, the university is also obliged to sharpen student soft skills, such as teamwork, leadership, creativity, and communication skills that are very useful in work."

Further, Patar stated that 2019 is an era of collaboration. In this era, universities need to optimize the triple helix innovation model. This model proposes collaboration between academics, industry and the government to improve the economy and social development. According to him, the university needs to interact directly with the government as a regulator. This can be done by actively holding seminars and discussions with relevant government institutions. In addition, the university needs to interact with industry practitioners.

"President University is the only university located in an industrial area. This enables President University to interact directly with companies in the industrial area. This fact makes President University better compared to other universities," Patar added.

In this event, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, Rector of President University said, "It is important for the university to prepare its students to become excellent human resources who are ready to compete in the fields of work. Therefore, President University will continuously improve quality through various programs and additional facilities."

The alumni sharing session is part of Dies Natalis. This event was held to celebrate President University's 17th anniversary and strengthen relations between alumni, students, lecturers, and President University staff. S.D. Darmono, D.Univ. (Hon), founder of the President of University as well as PT. Jababeka, Tbk. and Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A, Chairman of the President University Education Foundation also attended this event. In addition, by sharing the experiences gained at work, students and all academics at President University can discover trends in the fields of work. This will prepare students to be ready to compete in the fields of work.

 


 

Dinamika industri berubah dengan cepat. Pekerjaan yang diminati 10 tahun lalu sangat berbeda dengan saat ini. Dahulu, sebagian besar orang memilih untuk bekerja di bank atau menjadi pegawai negeri swasta. Namun, saat ini banyak orang mengincar peluang berkarir di start-up company. Universitas sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas unggul, perlu menyikapi perubahan ini dengan tepat.

Hal ini disampaikan Gervasius Patar Haryowibowo Samosir pada acara “Alumni Sharing Session: 17th Anniversary Celebration of President University” di Menara Batavia, Jakarta Pusat (3/5). Pria yang akrab disapa Patar ini merupakan alumni Fakultas Bisnis angkatan 2004 President University.

Partner & Managing Director Indonesia YCP Solidiance ini menjelaskan, “Universitas harus dapat membantu mahasiswanya untuk menemukan passion mereka. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat memilih pekerjaan yang tepat dan menikmatinya. Selain itu, universitas juga berkewajiban mengasah soft skills mahasiswa, seperti teamwork, leadership, creativity, dan communication skill yang sangat berguna di dunia kerja.”

Lebih lanjut, Patar menyebutkan bahwa tahun 2019 merupakan era of collaboration. Di era ini, universitas perlu mengoptimalkan model inovasi triple helix. Model ini mengusulkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian dan pengembangan sosial. Menurutnya, universitas perlu berinteraksi langsung dengan pemerintah sebagai pembuat regulasi. Hal ini dapat dilakukan dengan aktif mengadakan seminar dan diskusi dengan pihak pemerintah terkait. Selain membangun hubungan dengan pemerintah, universitas perlu berinteraksi dengan pihak-pihak pengelola industri. President University terletak di kawasan industri Jababeka yang dikelilingi oleh ratusan perusahaan nasional dan multinasional.

“President University merupakan satu-satunya universitas yang terletak di daerah industri. Hal ini memampukannya untuk dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan-perusahaan di daerah industri tersebut. Tentu fakta ini membuat President University unggul dibanding universitas yang lain,” tambah Patar.

Dalam acara ini, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, Rektor President University menyampaikan, “Penting bagi universitas untuk mempersiapkan mahasiswanya menjadi SDM unggul yang siap bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, President University akan terus melakukan peningkatan kualitas yang berkelanjutan melalui berbagai program dan penambahan fasilitas.”

Alumni sharing session merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan Dies Natalis ke-17. Acara ini diadakan untuk merayakan hari jadi President University dan memperkuat hubungan antara alumni, mahasiswa, dosen, dan staf President University. Turut hadir dalam acara ini, S.D. Darmono, D.Univ. (Hon), pendiri President Unviersity sekaligus PT. Jababeka, Tbk. dan Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A , Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden. Lebih lanjut, dengan membagikan pengalaman yang didapat di dunia kerja, mahasiswa dan seluruh akademisi di President University dapat mengetahui tren di dunia kerja. Hal ini akan membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk siap bersaing di dunia kerja.