News

What's happening in PresUniv


Published: 08 Aug 2017

Cikarang, Indonesia - President University hosts the Sarasehan and Halal Bi-halal with a theme of Nationalism, facilitated by the Founder of President University and PT Jababeka Group, SD Darmono (25/7). The event was held at D'Khayangan, Cikarang, and was attended by approximately 85 invited guests from forums of university chancellors, businessmen, and the government in Indonesia. This event aims to enrich the results of the discussion that can be used as input for the relevant parties to assist the development progress of the nation.

The topics discussed in this event are; how do universities work with businessmen to play a role in addressing human resource deficiencies in both quantity and quality for infrastructure development, how universities play a role in overcoming food and energy crises, how to encourage the governments to use economic development strategies that prioritize equity, how universities play a role in eliminating radicalism, drugs, terrorism, and how the role of universities in the Education of character, anti-corruption, and Bhinneka Tunggal Ika.

Dr. Suyanto as the chairman of the Forums of University Chancellors in Indonesia explained, this is the 2nd time that the event was held where President University is responsible as the organizer of the event. This event is an activity to strengthen the commitment, intelligence, and integrity of the academics as professionals.

"These universities graduates should not be contaminated by bad practices on the pillars of democracy because they will be nurtured to build civilization, for the purpose of a better country. Civilization is built on intellectual ability, communication, and technology", said Suyanto.

The meetings of the university chancellors, businessmen, and the government also have a goal to create the idea of ABG (Academics, Bureaucracy and Government) in which academics should be a leading sector and a pioneer to build better bureaucracies for the government without any contamination.

Mr Darmono's expect that there is a regular communication between academicians, business actors and government/policy makers to solve the problems faced by the government in the development of infrastructure that is still lagging behind, especially in the human resources both in terms of quantity, especially the quality.

"Be a higher education institute that capable for building a civilization", said Darmono. (YE)


Cikarang, Indonesia – President University menjadi tuan rumah pada acara Sarasehan dan Halal-bihalal dengan tema “Kebangsaan”, yang difasilitasi oleh Pendiri President University dan PT Jababeka Tbk, SD Darmono (25/7). Acara yang diadakan di D’Khayangan, Cikarang ini dihadiri oleh kurang lebih 85 tamu undangan dari forum rektor perguruan tinggi di Indonesia, para pelaku usaha serta pemerintahan. Acara ini bertujuan untuk memperkaya hasil sarasehan yang dapat dijadikan masukan bagi pihak-pihak yang terkait demi membantu kemajuan bangsa Indonesia.

Topik-topik yang dibahas dalam acara ini antara lain; Bagaimana perguruan tinggi bekerja sama dengan pelaku usaha agar berperan dalam mengatasi kekurangan SDM baik kuantitas maupun kualitas untuk pembangunan infrastruktur, bagaimana perguruan tinggi berperan dalam mengatasi krisis pangan dan energi, bagaimana mendorong pemerintah menggunakan Strategi pembangunan Ekonomi yang mengutamakan pemerataan, bagaimana perguruan tinggi berperan mengeliminasi radikalisme, darurat narkoba, terorisme, serta bagaimana peran perguruan tinggi dalam Pendidikan budi pekerti, anti korupsi, dan bhinneka tunggal ika.

Dr. Suyanto selaku ketua dari forum rektor perguruan tinggi di indonesia memberikan penjelasan bahwa ini adalah yang ke-2 kalinya acara sarasehan diadakan, dan pada kesempatan ini President University yang bertanggung jawab sebagai penyelenggara acara. Acara ini adalah kegiatan untuk meneguhkan komitmen, intelektual dan integritas para akademisi sebagai professional.

“Para lulusan perguruan tinggi ini tidak boleh terkontaminasi oleh praktek-praktek yang tidak baik di pilar demokrasi karena mereka ini akan dipupuk untuk membangun peradaban, dengan tujuan untuk negara yang lebih baik. Peradaban dibangun melalui kemampuan intelektual, komunikasi dan teknologi”, tutur Suyanto.

Pertemuan para rektor perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintahan juga mempunyai tujuan untuk menciptakan ide ABG (Akademisi, Birokrasi dan Government) yang mana para akademisi harus menjadi leading sektor dan pelopor untuk membangun birokrasi-birokrasi yang lebih baik lagi untuk pemerintahan tanpa adanya kontaminasi.

Harapan S.D. Darmono adalah adanya komunikasi secara teratur antara akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah/pembuat kebijakan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang masih tertinggal, terutama dalam penyediaan SDM yang memadai baik ditinjau dari kuantitas, terlebih dari kualitasnya.

“Jadilah perguruan tinggi yang mampu membangun peradaban”, ujar Darmono. (YE)