News

What's happening in PresUniv


Published: 23 Jul 2020

The big-scale social restriction (PSBB) has had a huge impact on the Indonesian economy. The decreasing income due to a lower purchasing power has greatly impacted the company/individual cash flow. As the cash flow is decreasing, we are expected to keep fulfill the daily needs.

Responding to this situation, President University launched an e-commerce platform called Digibarter. Corresponding with the name, Digibarter invites users to transact using the barter system. This system is used to allow the user to do the buying and selling activities without reducing the amount of cash they have.

"While our cash flow is decreasing, I see a lot of idle resources that have not been used, such as unused items at home, unused space at a building, unutilized people skills. We can use this to exchange resources that can benefit and support each other," said Dr. Adhi Setyo Santoso, ST., MBA., Director of the President Research Center.

Through Digibarter, registered users can open online stores with any kind of product from any industry. Not only a product, but users can also sell professional services, such as design services or other training services to enhance people’s skills. Different from other barter applications in Indonesia, Digibarter develops a traditional barter to digital barter system where transactions are carried out with a digital currency called DB Coin.

President University hopes Digibarter can be a helpful platform to connect and building a relationship between businesses and its customers. Moreover, President University hopes this platform can help people to preserve their cash flow by trading what they have to get what they need. (SL)

 


 

President University Meluncurkan Digibarter, Aplikasi E-Commerce Dengan Mata Uang Digital untuk Amankan Cash Flow Pasca Pandemi

 

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berdampak besar pada perekonomian Indonesia. Menurunnya daya beli konsumen yang berdampak pada penurunan pemasukan perusahaan/individu secara tidak langsung telah mempengaruhi arus kas perusahaan/individu. Sementara jumlah kas berkurang, kita tetap dituntut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons keadaan ekonomi saat pandemi, President University meluncurkan platform e-commerce bernama Digibarter. Sesuai dengan namanya, Digibarter mengajak penggunanya untuk bertransaksi menggunakan sistem barter. Sistem ini dilakukan agar pengguna tetap dapat bertransaksi tanpa mengurangi jumlah kas yang dimiliki. 

“Sementara jumlah kas kita berkurang, saya melihat banyak idle resource yang belum dimanfaatkan, seperti contohnya barang-barang yang tidak terpakai, ruangan yang tidak terpakai, skill-skill orang yang tidak terpakai. Hal ini kita bisa manfaatkan untuk saling bertukar sumber daya yang dapat bermanfaat bagi satu sama lain,” ujar Dr. Adhi Setyo Santoso, ST., MBA., Direktur President Research Center.

Dalam Digibarter, pengguna yang telah terdafatar dapat membuka toko online dengan kebebasan menjual produk dari segala jenis industri. Tidak hanya produk, pengguna juga dapat menjual jasa profesional seperti jasa desain maupun jasa pelatihan untuk meningkatkan keterampilan. Berbeda dengan aplikasi barter Indonesia lainnya, Digibarter mengembangkan sistem barter tradisional ke barter digital di mana transaksi menggunakan mata uang digital yang disebut DB Coin.

Melalui Digibarter, President University berharap dapat menjadi wadah yang tepat guna bagi para pelaku bisnis untuk terkoneksi dengan para konsumen di tengah krisis. Selain itu, President University berharap, platform ini dapat menolong masyarakat untuk mengamankan atus kasnya dengan menukar apa yang mereka miliki dengan apa yang mereka butuhkan. (SL)