News

What's happening in PresUniv


Published: 14 Jul 2020

Substitution of human labor with machines has changed production systems, for example the application of smart factories that use cyber-physical systems. This idea was delivered by Ir. Hery Hamdi Azwir, M.T., a lecturer of Industrial Engineering Study Program at President University at an e-talk show entitled “Industry 4.0 as a Solution for Production Sustainability” (6/25).

In this event, Hery compared industry 3.0 era and industry 4.0 era where significant differences were seen in the dependence of production systems on humans. He mentioned that humans are factors of production that are difficult to control. In a pandemic situation, the termination of workers causes production to be hindered. Therefore, the application of industry 4.0 principles is more profitable, especially with the use of machinery.

Industry 4.0 has a special characteristic, namely the integration of machines that connected to the internet and the minimum amount of human workforces. The machine can be turned off, very flexible, adjustable, and saving more power which will be an effective solution for sustainable production. Of course, its use that can save power and make the production process efficient, will eventually lead to lower product prices.

The webinar was concluded by a question and answer session with Industrial Engineering students, as well as prospective students interested in this field. Hery hopes they get new knowledge about the application of industry 4.0 principles in the production sector. (NG/SL)

 


 

President University Mengadakan Talk Show "Industri 4.0 sebagai Solusi untuk Produksi yang Keberlanjutan"

 

Pergantian tenaga manusia dengan mesin telah merubah sistem produksi, contohnya penerapan pabrik-pabrik cerdas yang menggunakan cyber-physical system. Hal ini diungkapkan oleh dosen Teknik Industri, Ir. Hery Hamdi Azwir, M.T., dalam e-talk show berjudul Industri 4.0 sebagai Solusi untuk Produksi yang Keberlanjutan (25/06).

Dalam acara ini, Hery membandingkan era industri 3.0 dan industri 4.0 di mana perbedaan signifikan terlihat dalam ketergantungan sistem produksi terhadap manusia. Ia menyebutkan bahwa manusia adalah faktor produksi yang sulit dikendalikan. Dalam situasi pandemi, penghentian tenaga kerja menyebabkan produksi berhenti. Karenanya, penerapan prinsip-prinsip industri 4.0 lebih menguntungkan, terutama dengan penggunaan mesin.

Industri 4.0 ini memiliki karakter khusus yaitu integrasi mesin yang dihubungkan dengan internet dan jumlah bahan baku manusia yang minim. Mesin tersebut dapat dimatikan, sangat fleksibel, dapat disesuaikan, menghemat daya yang akan menjadi solusi efektif untuk produksi yang berkelanjutan. Tentu penggunaannya dapat menghemat daya dan membuat proses produksi efesien, yang akan berujung pada harga produk yang lebih murah.

Webinar ini ditutup dengan sesi tanya jawab dengan mahasiswa Ilmu Teknik Industri, serta calon mahasiswa yang tertarik dengan bidang keilmuan ini. Hery berharap mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang aplikasi prinsip-prinsip industri 4.0 di sektor produksi. (NG/SL)