News

What's happening in PresUniv


Published: 13 Jul 2020

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) contribute greatly to the development of the country's economy. In addition to being the foundation of the country's economy, MSMEs absorbs quite a large number of workers. However, their existence is now threatened by the COVID-19 pandemic. The declining demand for products has made many MSMEs shut down and lay off their employees. Reflecting on the previous crisis, the Rector of President University, Dr. Jony Oktavian Haryanto, revealed that social restriction has made today's crisis different. "In the 1998 crisis, the MSME was a savior of our economy. However, now the MSME is being destroyed because business is basically an exchange activity, this exchange activity requires interaction or a crowd. Well, now this crowd is restricted," said Jony.

Jony, who attended as a speaker of the webinar held by the Management Study Program at the University of Nusa Cendana, East Nusa Tenggara, explained how MSMEs can survive in the midst of this crisis (7/8). "MSMEs are required for shifting. Online is the future business. Whether you like it or not, we have to shift from offline to online transaction patterns," Jony said. Observing several studies and statistical data reports, Jony said that several MSME sectors experienced an increasing sales during the pandemic, namely basic daily needs products, herbal or instant foods & beverages, health products, and most recently outdoor & indoor products, games, and sports equipment.

The shifting behavior of people that prioritize online shopping must be followed by the adaptation of MSME actors who go into the online market. Jony revealed several things that need to be highlighted in carrying out this online business. The first is the optimization of social media. "With online business, our market is unlimited," Jony said. Furthermore, product catalogs become important, as a source of information on products sold. Jony also mentioned that the potential of collaboration needs to be considered to develop a business. He said selling online requires consistent communication, regardless of the platform that is being used. Whether it is through advertising or other creative posts. There is no doubt that online business requires special attention, therefore, it might require a special team to manage online sales.

In the new normal era, digitalization is the main solution to increase productivity and sales. From this pandemic, MSME players learn to have an exploration mindset and agility to find new opportunities in the midst of a crisis. (SL)

 


 

Kebangkitan UMKM Pasca Pandemi

 

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi besar dalam perkembangan perekonomian negara. Selain menjadi tumpuan perekonomian negara, UMKM menyerap cukup banyak tenaga kerja. Namun, keberedaannya kini terancam akibat pandemi COVID-19. Penurunan permintaan membuat banyak UMKM tutup dan harus memberhentikan karyawan untuk sementara bahkan selamanya. Berkaca dari krisis-krisis yang telah terjadi sebelumnya, Rektor President University, Dr. Jony Oktavian Haryanto mengungkapkan adanya pembatasan ruang gerak membuat krisis kali ini berbeda. “Jika pada krisis tahun 1998 UMKM menjadi penyelamat perekonomian kita, sekarang ini UMKM sedang hancur. Karena bisnis itu pada dasarnya exchange (pertukaran), nah exchange ini menuntut adanya interaksi atau kerumunan. Nah, sekarang kerumunan inilah yang sekarang dibatasi,” ujar Jony.

Jony yang hadir dalam webinar Program Studi Manajemen Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur, menjelaskan bagaimana UMKM dapat bertahan di tengah krisis ini (8/7). “UMKM dituntut untuk banting setir. Online is the future business. Mau tidak mau, kita harus bergeser dari pola transaksi offline ke online,” ujar Jony. Mengamati beberapa penelitian dan laporan data statistik, Jony menyebutkan beberapa sektor UMKM mengalami peningkatan penjualan selama pandemi, yaitu produk bahan pokok, makanan & minuman herbal atau instan, produk kesehatan, dan yang terkahir produk outdoor & indoor, game, dan perlengkapan olahraga.

Perubahan gaya hidup masyarakat yang akan mengutamakan belanja online harus diikuti dengan adaptasi para pelaku UMKM yang terjun ke penjualan online. Jony mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani bisnis online ini. Yang pertama optimalisasi media sosial. “Dengan penjualan online, pasar kita tidak terbatas,” ujar Jony. Selanjutnya katalog produk menjadi penting, sebagai sumber informasi dari produk yang dijual. Jony juga menyebutkan potensi dari kolaborasi untk mengembangkan bisnis. Jony menyebutkan berjualan online membutuhkan komunikasi yang konsisten, apapun platform yang digunakan. Entah itu melalui iklan, ataupun unggahan-unggahan kreatif yang lain. Tidak dipungkiri berjualan online membutuhkan perhatian khusus, sehingga mungkin dibutuhkan tim khusus untuk mengelola penjualan online. 

Di era new normal, digitalisasi merupakan solusi utama untuk meningkatkan produktivitas dan penjualan. Dari pandemi ini, pelaku UMKM belajar untuk memiliki pola pikir yang terus berkembang dan kemampuan adaptasi yang baik untuk mencari peluang baru di tengah krisis. (SL)