News

What's happening in PresUniv


Published: 13 May 2020

Rey Abraham, a student of International Relations President University batch 2018 has successfully obtained the first place in IR Fest Competition with the theme "The Existence of Circular Economy in the Era of Global Competition" held by Universitas Kristen Indonesia. Thanks to the video of the speech Rey gave about the importance of youth's contribution in maintaining a sustainable future through the concept of a circular economy, the competition committee announced him as the first winner on 8 May 2020.

In his speech, he highlighted that youth have the power to make changes in the future. Youth have the capacity to create creative things such as policy making, entrepreneurial activities, or other activities that can have a great impact on society. For this reason, he argued, youth can also create a concept of implementing an adaptive and up-to-date circular economy, one of which is through the innovation from a number of creative and unique young entrepreneurs.

In addition, the participation of youth in various social campaigns on social media or in writing various scientific publications can also increase public knowledge about the importance of a sustainable future through a circular economy concept.

Rey also mentioned that collaboration between government, the private sector, and individuals on implementing the concept of a circular economy is very important. Both the government in policymaking, the public sector that re-uses their waste, and individuals who implement 5R (reduce, reuse, recycle, repair, and recovery). He believes through collaboration, greater good will be experienced by everyone. (BZ/SL)

 


 

Mahasiswa President University Meraih Juara 1 di Kompetisi Pidato IR Fest Competition UKI


Rey Abraham, mahasiswa Hubungan Internasional President University angkatan 2018, berhasil meraih juara dalam IR Fest Competition bertema Eksistensi Ekonomi Sirkular di Era Persaingan Global yang diadakan oleh Universitas Kristen Indonesia. Berkat video pidato yang Rey sampaikan tentang pentingnya konribusi generasi muda dalam menjaga masa depan yang berkelanjutan melalui konsep ekonomi sirkular, ia keluar sebagai juara pertama.

Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pemuda memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan di masa depan. Pemuda memiliki kapasitas untuk menciptakan hal-hal kreatif seperti pembuatan kebijakan, kegiatan wirausaha, atau kegiatan lain yang dapat membawa pengaruh yang besar untuk masyarakat. Untuk itu ia berpendapat, pemuda juga dapat menciptakan konsep implementasi ekonomi sirkular yang adaptif dan mengikuti zaman, salah satunya melalui bertambahnya jumlah entrepreneur muda yang kreatif dan unik. Selain itu, peran serta pemuda dalam berbagai kampanye sosial di media sosial atau dalam penulisan berbagai publikasi ilmiah juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya keberkelanjutan masa depan melalui ekonomi sirkular.

Rey juga menyebutkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan individu pada konsep ekonomi sirkular sangat penting. Baik itu pemerintah dalam pembuatan kebijakan, sektor publik yang menggunakan ulang limbah mereka, maupun individu yang menerapkan 5R (reduce, reuse, recycle, repair, and recovery). Melalui kolaborasi, efek lebih besar akan dirasakan oleh semua pihak. (BZ/SL)