Mahasiswa Komunikasi President University Belajar Hadapi ‘Serangan’ Dalam Dunia PR

Mahasiswa Komunikasi President University Belajar Hadapi ‘Serangan’ Dalam Dunia PR

Bekasi – Industri kelapa sawit yang terus menjadi sorotan publik membutuhkan keahlian PR untuk mengelola isu. Untuk itu, Departemen Internship & Career Center bersama Program Studi Ilmu Komunikasi President University menyelenggarakan seminar “Developing PR Strategy For Business Sustainability.” Seminar ini menghadirkan Yunita Sidauruk, praktisi PR sekaligus Ketua Bidang Hukum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). 

Dalam kesempatannya, Yunita menyatakan bahwa anggota GAPKI tidak terlibat dalam isu perusakan lingkungan yang marak terjadi. “Pelaku pembakaran hutan sama sekali bukan dari anggota GAPKI, tetapi dari masyarakat pemilik perkebunan yang bukan anggota GAPKI. Oleh karenanya, GAPKI perlu memberikan penjelasan ini kepada publik,” kata Yunita menerangkan.
Berkaitan dengan isu-isu perusakan lingkungan yang seringkali dilontarkan oleh berbagai lembaga swadaya, Yunita menghadapinya dengan tenang dan berdasarkan data.

“GAPKI tidak khawatir bertemu dengan LSM yang fokus kepada lingkungan karena mereka adalah bagian dari publik kami. LSM juga bisa menjadi bahan refleksi untuk kami. Untuk LSM-LSM yang menuding anggota GAPKI melakukan perusakan hutan, dengan mudah kami bisa mematahkan tudingan itu dengan menyodorkan data. GAPKI selalu hadir di setiap diskusi yang diselenggarakan oleh LSM, tetapi mereka tidak pernah hadir ketika kami undang,” ujar Yunita.

Berbagai pendekatan pun dilakukan GAPKI untuk menghadapi tudingan-tudingan miring terkait kerusakan lingkungan yang diduga diakibatkan oleh industri sawit.
“GAPKI selalu aktif memberikan penjelasan dengan menyiapkan press release. Media-media dengan jumlah audiens yang besar kami ajak untuk ikut melihat secara langsung di lapangan bagaimana perusahaan anggota GAPKI mengelola perkebunan sawit dengan prinsip keberlanjutan,” tutur Yunita. 

Lebih lanjut, GAPKI secara proaktif menjalin keterbukaan dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat agar terjalin komunikasi yang baik.
“Kami proaktif mengirimkan laporan pelaksanaan kegiatan CSR kepada instansi pemerintah yang terkait. Selain itu, kami juga senang menghadiri acara diskusi dengan masyarakat dan akademisi seperti ini sebagai bentuk edukasi tentang industri kelapa sawit,” kata Yunita.

Penyelenggaraan diskusi dan seminar bersama pelaku industri kelapa sawit ini bertujuan untuk mengedukasi 150 mahasiswa ilmu komunikasi President University tentang industri sawit sekaligus membedah strategi PR GAPKI dengan materi-materi yang telah didapatkan melalui pembelajaran di kelas.

Author
Mohammad Shihab, Whatsapp (0812-8025-5415)
E-mail: shihab@president.ac.id