News

What's happening in PresUniv


Published: 13 Apr 2018

Started in September 2017 ago, President University officially opened Actuarial Science Study Program under School of Business. Through the decision of Menristek Dikbud Number: 541/OPT/I/2017, Actuarial Science of President University aimed to create professional actuaries who can work in national or international companies.

Actuarial science is a combination study of mathematics, statistics, and economics. An actuary has the ability to assess financial risk in the future and to estimate the financial impact in the financial industry.

"We saw that the need of actuaries in various companies in Indonesia is still open," Said Maria Yus Trinity Irsan, M.Si, Head of the Actuarial Science Study Program, School of Business, President University. According to the data from Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), until the end of 2017, the number of actuaries in Indonesia in total is less than 800 people. Meanwhile, the demand for actuaries for general insurance companies, life insurance, social insurance, retirement funds and financial regulators is high,” said Maria.

Some advantages for studying in Actuarial Science of President University are: students will be prepared to pass the exam of actuary profession from PAI before graduated, English-based teaching, internship program and build entrepreneurship and leadership skill during the study.

For further information about Actuarial Science, please visit: 

http://president.ac.id/study/undergraduate/school-of-business/actuarial 


Mulai September 2017 lalu, President University resmi membuka Program Studi Actuaria di bawah Fakultas Bisnis. Melalui Keputusan Menristek Dikbud Nomor 541/KPT/I/2017, Program Studi Aktuaria, President University ingin mencetak actuaris profesional untuk bekerja diberbagai perusahaaan nasional dan internasional.

Perlu diketahui, aktuaria adalah cabang ilmu yang mempelajari gabungan antara ilmu matematika, statistika, dan ekonomi. Seorang ahli aktuaria atau sering disebut sebagai aktuaris memiliki kemampuan menganalisis risiko keuangan di masa depan dan memperkirakan dampak keuangan yang mungkin terjadi dalam industri keuangan.

“Kami melihat kebutuhan aktuaris di berbagai perusahaan di Indonesia masih sangat terbuka luas,” jelas Maria Yus Trinity Irsan, M.Si, Kepala Program Studi Aktuaria, Fakultas Bisnis, President University. Mengacu data dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) sampai akhir 2017 lalu, jumlah aktuaris di Indonesia total tak sampai 800 orang. Padahal masih banyak kebutuhan aktuaris untuk perusahaan asuransi umum, asuransi jiwa, asuransi social, perusahaan dana pensiun dan regulator keuangan, tambah Maria.

Beberapa keunggulan berkuliah Program Studi Aktuaria President University antara lain: mahasiswa akan dipersiapkan dapat lulus ujian profesi aktuaris PAI sebelum mendapat gelar sarjana, kuliah menggunakan Bahasa Inggris, program internship dan membangun kemampuan entrepreneurship dan leadership pada masa kuliah.