News

What's happening in PresUniv


Published: 07 Feb 2018

Cikarang, Indonesia—International Relations Study Program President University (PresUniv) held Ambassadorial Lecture titled “Indonesia-Canada Relations: Challenges and Opportunity” in Charles Himawan Auditorium PresUniv (5/2). The event attended by Teuku Faizasyah, Indonesian Ambassador to Canada, Teuku Rezasyah, Dean of Faculty of Humanities PresUniv, and approximately 250 students and lecturers.

Diplomatic relations between Indonesia and Canada has been established for 66 years. On 2016, there are 10,121 Indonesians live in Canada whether as students, professionals, etc. Teuku Faizasyah delivered an overview about Canada and the bilateral relations between Indonesia and Canada. The cooperation between both countries is focused on three points, which are: cooperation in politic, economy, and social-culture.

He also explained about cooperation prospect between both countries in the future. Cooperation in economy is the main focus in this prospect especially to increase Indonesia’s market access to Canada and cooperation in agriculture, forestry, labor, natural resources, and air transportation.

According to Teuku Faizasyah, cooperation in the field of education is incredible, not only across education in Indonesia, but also education in Canada. He hopes this will increase people to people interactions.

The seminar is closed by question and answer session and photo session.

“I think this event is very good, students can learn directly from practitioners on how to apply subjects they learn in school to be implemented in real working experience,” said Teuku Faizasyah.


Cikarang, Indonesia—Program Studi Hubungan Internasional President University (PresUniv) menyelenggarakan Ambassadorial Lecture yang bertajuk “Indonesia-Canada Relations: Challenges and Opportunity” di Charles Himawan Auditorium PresUniv (5/2). Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Teuku Faizasyah, Dekan Fakultas Humaniora, Teuku Rezasayah, dan setidaknya 250 mahasiswa dan dosen.

Hubungan diplomatik Indonesia-Kanada telah terjalin selama 66 tahun. Pada tahun 2016, sebanyak 10.121 warga negara Indonesia menetap di Kanada baik sebagai pelajar, profesional, dll. Teuku Faizasyah memaparkan mengenai Kanada secara garis besar dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Kanada.  Kerja sama dari kedua negara tersebut terjalin dalam tiga fokus utama, yaitu: kerja sama politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Ia juga menjelaskan mengenai prospek kerja sama diantara kedua negara tersebut di masa mendatang. Kerja sama di bidang ekonomi merupakan fokus utama dalam prospek ini khususnya untuk meningkatkan akses pasar Indonesia ke Kanada dan juga kerja sama di bidang agrikultur, kehutanan, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan transportasi udara.

Menurut Teuku Faizasyah, kerja sama pendidikan sangat baik, tidak saja lintas pendidikan di Indonesia sendiri tapi juga dengan perguruan tinggi lainnya di Kanada. Ia berharap hal ini dapat meningkatkan people to people interactions.

Seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

“Saya rasa kegiatan seperti sangat bagus, para mahasiswa bisa mendengarkan dari prkatisi secara langsung bagaimana realisasi dari pelajaran yang mereka peroleh dan kemudian ilmu yang didapat itu bisa diaplikasikan dalam kegiatan pekerjaan nantinya,” tutur Teuku Faizasyah.