News

What's happening in PresUniv


Published: 09 Oct 2017

Bandung, Indonesia—President University (PresUniv) secured five medals in total on a Pencak Silat (Indonesian Martial Arts) competition “Pakubumi Open Championship III”, Asia and Europe level that was held in Padjajaran and Trilomba Juang Sport Hall, Bandung, on September 30 until October 1, 2017. PresUniv won one gold medal in category A (45-50 kg) by Gebby Maurizka Lembah (International Relations batch 2015) and 4 silver medals won by Shinta Dwi Ranti (Computer Information System batch 2017) category B (50-55 kg), M. Nur Rahmat (Industrial Engineering batch 2017) category C (55-60 kg), M. Wahyu Ramadhani (Electrical Engineering batch 2013) category D (60-65 kg), and Alfian Kurnia Musdar Santo (International Relations batch 2015) Category F (70-75 kg).

Pakubumi Open Championship is an annual Pencak Silat competition organized by Pakubumi Martial Arts School. Approximately 1,640 athletes are coming from not only Indonesia, but also from Japan, are competing in this event. There are two categories; fight, and single/art for all segments from primary schools, universities, and adults.

PresUniv contingent practiced intensively four day a week for more than two months, consisting of physical exercises combined with technique practices.

“I feel challenged knowing this championship has a very high level. Therefore, I trained very hard to prepare myself before this match. By earning gold medal in Category A in the Pakubumi Open Championship III, I feel very grateful because my struggles and sacrifices are worth it. After this, I will prepare to compete in Yogyakarta Championship II that will be held in Yogyakarta on 14-15 October 2017,” said Gebby.

In the other hand, one of the PresUniv’s contingent athletes, Wahyu, explained that teamwork is very important in a match.

“Inside the arena you will fight alone, the only one you have to worry about is your opponent that stands right in front of you ready to beat you up. You cannot be distracted by other things. But, in the process of getting into the arena and fight, teammate of fellow athletes contributes a lot. They also acted as my coach, sparring partner, and supporter. They helped improve my technique and boost my confidence. I can always rely on them for an advice because they are the only one that through what I have been through,” stated Wahyu.

Furthermore, Gebby hopes that Pencak Silat, Indonesia’s cultural heritage, could be listed in UNESCO, and to be one of world’s martial arts that could bring Indonesia to be well-known with the existence of excellence athletes in Pencak Silat.

“I wish that students could always continue to excel. Pencak Silat is not yet to be known widely, but with this competition is expected to be better,” said Dindin Dimyati, S.Sos.,M.M, Head of Communications Study Programme and Supervisor of Pencak Silat club President University.(SL)


Bandung, Indonesia—President University (PresUniv) berhasil memenangkan medali perak dalam kompetisi Silat Pakubumi Open Championship III tingkat Asia dan Eropa yang diselenggarakan di GOR Padjajaran dan GOR Trilomba Juang, Bandung, pada tanggal 30 September sampai 1 Oktober 2017. PresUniv berhasil mengumpulkan 1 medali emas pada kategori A (45-50 kg) yang diperoleh Gebby Maurizka Lembah (Hubungan Internasional batch 2015) dan 4 medali perak yang dimenangkan oleh, Shinta Dwi Ranti  (Sistem Informasi Komputer  batch 2017) kategori B (50-55 kg), M. Nur Rahmat (Teknik Industri batch 2017) kategori C (55-60 kg), M. Wahyu Ramadhani (Teknik Elektro batch 2013) kategori D (60-65 kg), dan Alfian Kurnia Musdar Santo (Hubungan Internasional batch 2015) Kategori F (70-75 kg).

Pakubumi Open Championship adalah kompetisi silat tahunan yang diselenggarakan oleh Perguruan Pencak Silat Pakubumi. Terdapat sekitar 1.640 atlet yang tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari Jepang, yang bertanding di kompetisi ini. Ada dua kategori yaitu kategori tanding/fight dan kategori tunggal/seni untuk semua kelas pertandingan mulai dari SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan dewasa.

Kontingen dari PresUniv berlatih intensif empat hari dalam seminggu selama lebih dari dua bulan. Materi latihan terdiri dari latihan fisik yang dikombinasikan dengan latihan teknik.

“Saya merasa tertantang karena mengetahui kejuaraan ini memiliki tingkat sangat tinggi. Oleh karena itu saya berlatih sangat keras untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi pertandingan ini. Dengan mendapatkan juara pertama Kategori A pada pertandingan Pakubumi Open III kemarin, saya merasa sangat bersyukur karena perjuangan dan pengorbanan saya tidak sia-sia. Setelah pertandingan ini, saya akan mempersiapkan diri untuk bertanding di Yogyakarta Championship II yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 14-15 Oktober 2017,” ujar Gebby.

Di sisi lain, salah satu atlet kontingen PresUniv, Wahyu, mengatakan bahwa dalam sebuah pertandingan, kerja sama tim sangatlah penting.

“Di dalam arena ketika kamu bertarung sendirian, satu-satunya hal yang harus kamu khawatirkan adalah lawan di depan yang siap mengalahkanmu. Kamu tidak bisa terganggu oleh hal-hal lain. Tetapi dalam proses maju ke arena dan bertarung, rekan satu tim berkontribusi sangat banyak. Mereka juga berperan sebagai pelatih, rekan bertarung, dan pendukung. Mereka membantu meningkatkan teknik dan rasa percaya diri saya. Saya selalu bisa mengandalkan mereka untuk mendapat nasihat karena mereka juga mengalami apa yang saya alami,” ungkap Wahyu.

Selanjutnya, Gebby berharap agar olahraga pencak silat bisa masuk warisan budaya Indonesia versi UNESCO dan menjadi salah satu olahraga bela diri dunia yang dapat membawa nama Indonesia untuk lebih dikenal dengan adanya atlet-atlet berprestasi dalam olahraga pencak silat.

“Harapan saya mahasiswa terus berprestasi. Pencak Silat merupakan olahraga yang kurang dikenal banyak orang, tapi dengan adanya kompetisi ini diharapkan menjadi lebih baik lagi,” ungkap Dindin Dimyati, S.Sos.,M.M., Kepala Program Studi Komunikasi yang sekaligus Penasehat klub Silat PresUniv.(SL)