News

What's happening in PresUniv


Published: 03 Oct 2017

Bekasi, Indonesia—Three President University students namely Novela Permata Sari (International Relations 2015), Denisa Amelia Kawuryan (International Relations 2015), and Bryan Johanes Rengkung (Information Technology 2015) successfully won third place in “Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa” organized by Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Ristekdikti) Republic of Indonesia in collaboration with Universitas Mercubuana (26-27/9). The event took place in Hotel Horison, Bekasi.

This year’s competition themed “The implementation of Pancasila values in the community, nation, and state life”. Every participant need to make a research paper in accordance to the format provided, and to submit the paper in the given date. There are 335 teams from 134 universities competing in this event, but only 20 teams made through final stage to present their research paper and join the question and answer session.

PresUniv team submitted a research paper titled “The Implementation of the Values of Pancasila through the Enforcement of the Code of Ethics of The House of Representatives Republic of Indonesia”. In final stage, each team can only send one representative to presents the paper. Novela represented the team.

“We see that the House of Representatives has the lowest level of trust compared to the other institutions. Though one of their duties and responsibilities is to carry the aspirations of the citizens and law-making institutions, the society has not perceive that they are a good role model in applying Pancasila’s values. That's what inspired us to make this paper,” said Novela.

The event was held to develop creativity, critical thinking, and scientific article writing skill. Through this competition, Ristekdikti hopes to provide place to express writing ability for undergraduate student about nationalism in the form of paper work.

“This competition taught me the importance of Pancasila values in the nation and state life. I hope fellow PresUnivers can also implement the values of Pancasila and the Nine Core Values of President University which is also based on Pancasila,” stated Novela.(SL)


Bekasi, Indonesia—Tiga orang mahasiswa President University yaitu Novela Permata Sari (Ilmu Hubungan Internasional 2015), Denisa Amelia Kawuryan (Ilmu Hubungan Internasional 2015), dan Bryan Johanes Rengkung (Teknologi Informasi 2015) berhasil meraih juara tiga dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti) Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Universitas Mercubuana (26-27/9). Acara tersebut bertempat di Hotel Horison, Bekasi.

Kompetisi tahun ini bertema “Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”. Setiap peserta membuat karya tulis sesuai dengan format yang telah diberikan, lalu mengirimkannya sesuai tanggal yang ditentukan. Terdapat 335 tim dari 134 universitas yang mengikuti kompetisi ini, namun hanya 20 tim yang lolos untuk mempresentasikan karya tulis dan mengikuti sesi tanya jawab.

Tim PresUniv mengirimkan makalah yang berjudul “Pengamalan nilai Pancasila melalui penegakan kode etik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014 – 2019”. Setiap tim hanya bisa mengirimkan satu perwakilan untuk mempresentasikan makalah masing-masing pada babak final. Novela mewakili tim sebagai presenter.

“Kita melihat bahwa DPR sebagai lembaga perwakilan masyarakat memiliki tingkat kepercayaan terendah dibandingkan institusi lain. Meskipun salah satu dari tugas dan tanggung jawab mereka adalah membawa aspirasi masyarakat dan lembaga pembuat hukum, namun masyarakat belum yakin bahwa mereka adalah contoh yang baik dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Itulah yang menginspirasi kami untuk membuat makalah ini,” ujar Novela.

Kompetisi ini diadakan dalam rangka pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis artikel ilmiah. Melalui kompetisi ini,  Ristekdikti berharap dapat memberi ruang ekspresi kepada mahasiswa tentang kebangsaan dalam bentuk karya tulis.

“Kompetisi ini mengajarkan saya pentingnya aplikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya harap teman-teman PresUniv lain juga bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila, dan menerapkan Nine Core Values President University yg juga berlandaskan Pancasila,” ungkap Novela.