News

What's happening in PresUniv


Published: 11 Sep 2017

Jakarta, Indonesia—Many undergraduate students have been aware of the important role of internship programme in building working skills to prepare themselves in entering real working life. There are so many options, which they can choose in getting their own internship related to their major. Multinational Companies, Government Institutions, and Non-Governmental Organizations are one of the most desired internship places for students, as both offer internship experience and prestige. Christy Livie Riessa Wowiling, one of the International Relations students batch 2014 at President University is one of the few students who have the opportunity to gain valuable knowledge and experience in one of the prestigious governmental institutions, The People’s Consultative Assembly (Majelis Permusyawaratan Rakyat). She started her internship there since May 19, 2017.

It was started from her curiosity on the Indonesian parliament, she thought that it is also important to learn more about Indonesia, its ideology, Pancasila, and the constitutions instead of only focusing on foreign countries. To prepare entering the institution, she has done a mini research on the legislation and the structure of the parliament.

“Working here as an intern, it was unexpectedly enjoyable, knowledgeable, and interesting. I was placed in the division that concerns about foreign affairs, specifically in the "Ahli Bahasa & Delegasi" which is good for me, because it is relevant with my major”, said Christy.

Christy experienced plenary session, which is the biggest agenda in Indonesian parliament. She had an opportunity to meet the high level management such as the President and Vice President, as well as its minister, House of Representatives members, and leader of parties. Moreover, she has been involved to propose a hearty welcome and join the discussion/courtesy call with another foreign departments, two of them is the Russian politician namely Ilyas Umakhanov as Deputy Chairman of the Russian Federation Council, and recently with the Vietnam Communist Party.

Being asked about the values and skills she got through this internship, Christy believes small things are significantly matter, and it makes a big different when it fail to be valued.

“When I recall this moment, there were many small things that I never know before, and this parliament taught me so much about that. On the first entrance, I have been given tasks that I feel easy to do and just didn't meet my expectations. But, I was totally wrong. Another one regarding my study, I can tell that I flourished myself, the way I am thinking, drive into new perspective in the world of politics, social, and culture of Indonesia”, explain Christy.

Through the internship, she has deeper understanding that the Republic of Indonesia is a very diverse country, which has many islands, tribes or ethnic groups, languages, religions, etc. It is something that Indonesians need to value and respect, and uphold the national motto "Unity In Diversity".

“At the time, it was really hectic, exhausted and challenging. But, it is worth the struggle”, stated Christy.(SL)


Jakarta, Indonesia—Banyak mahasiswa mungkin telah mengetahui pentingnya program magang untuk membangun keterampilan dalam bekerja dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Ada banyak pilihan tempat bagi mahasiswa untuk mendapatkan magang sesuai dengan bidang mereka. Perusahaan Multinasional, Institusi Pemerintah, dan Organisasi Non Pemerintah adalah salah satu dari tempat yang banyak diminati oleh mahasiswa untuk magang sebagaimana tempat tersebut menawarkan tidak hanya pengalaman magang tetapi juga prestige. Christy Livie Riessa Wowiling, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2014 President University adalah salah satu dari mahasiswa yang berkesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman di salah satu institusi pemerintah bergengsi yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia memulai magangnya di MPR sejak 19 Mei 2017.

Berawal dari rasa keingin tahuannya terhadap parlemen Indonesia, Christy berpikir pentingnya untuk belajar lebih dalam mengenai Indonesia, ideologinya, Pancasila, dan konstitusi dari pada terlalu fokus pada negara lain. Untuk mempersiapkan diri memasuki institusi ini, Ia melalukan riset kecil mengenai legislasi dan struktur dari parlemen.

“Bekerja disini sebagai pekerja magang tidak disangka sangatlah menyenangkan, menarik, dan penuh dengan ilmu. Saya ditempatkan di divisi yang urusan luar negeri, spesifiknya di "Ahli Bahasa & Delegasi" yang sangatlah bagus untuk saya karena hal itu relevan dengan jurusan saya”, Ungkap Christy.

Christy bepengalaman hadir dalam rapat paripurna yang merupakan agenda parlemen terbesar di Indonesia, Ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang di level tertinggi seperti President dan Wakilnya, para menteri, staff Dewan Perwalikan Rakyat, dan para petinggi partai. Bahkan Ia terlibat untuk mengusulkan penyambutan dan ikut dalam diskusi melalui telepon dengan departemen luar negeri lain, dua diantaranya adalah dengan politisi Rusia yang bernama Ilyas Umakhanov sebagai Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia, dan baru ini dengan Partai Komunis Vietnam.

Ditanya mengenai nilai dan keterampilan yang Ia peroleh dari magang ini, Christy percaya bahwa hal kecil sangatlah penting, dan hal itu membuat perbedaan yang besar ketika tidak dapat dihargai.

“Ketika saya mengingat momen itu, ada banyak hal-hal kecil yang saya tidak tahu sebelumnya, dan perlemen ini mengajarkan saya banyak hal mengenai hal ini. Pada hari pertama, saya diberikan tugas yang saya rasa sangatlah mudah untuk dikerjakan dan hal itu tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Tetapi saya salah. Hal lainnya mengenai pembelajaran saya, saya bisa mengetahui bahwa saya berkembang dengan sendirinya, cara saya berpikir, maju dalam cara pandang yang baru terhadap politik dunia, sosial, dan budaya Indonesia”, Jelas Christy.

Melalui program magang ini, Christy dapat pemahaman yang mendalam bahwa Republik Indonesia merupakan negara yang beragam yang mempunyai banyak pulau, suku atau etnis, bahasa, agama, dan lain lain. Hal itu merupakan sesuatu yang patut dihargai dan dihormati oleh rakyat Indonesia, dan menjunjung motto nasional “Bhineka Tunggal Ika”.

“Saat ini sangatlah sibuk, melelahkan, dan menantang. Tetapi hal ini patut untuk diperjuangkan”, Ungkap Christy.(SL)