News

What's happening in PresUniv


Published: 28 Jul 2017

Cikarang, Indonesia - President University is also celebrating its 15th Dies Natalis on July 22, 2017. President University held Wayang Performance titled “Bima Sakti” to celebrate its anniversary on April. The event took place at President University and performed by Ki Radyo Harsono as the puppeteer. Aside of the leaders of Jababeka and President University, distinguished guests from several embassies in Indonesia, government officials, and all elements of President University are also invited to the event.

Prof. Budi Soepandji, the Chairman of President University Foundation gave Nasi Tumpeng to Rila Mandala, Ph.D., the lecturer who have the longest teaching period in President University.


According to Dr. Jony Oktavian Haryanto, wayang performance was chosen because President University is an international university that still upholds the local culture. Wayang performance is a worldwide known traditional Indonesian culture and with this performance I hope that President University will not become an “Ivory Tower” for the public, but the public can enjoy the event.

This wayang performance is also a tool to educate and build the students’ character and wisdom which is in line with the mission carries by President University; to educate future leader not only with knowledge but also character and wisdom in the hope President University could be a  world-class university that produces great leaders. 

Attended by approximately 250 people from varied background, along with 21 the AIESEC students who came to PresUniv to study and experience Indonesia for 6 weeks, the event ran festively.

Dr. Jony Oktavian Haryanto furthermore revealed that President University targeted to be 50 best universities in Indonesia and to become leading university in the world. Moreover, he hopes that President University could give great benefits.

“Students of President University are not only equipped with theories but also with field practices. President University is located in industrial area and it is supported by the Multinational Companies that can be living laboratories for the students”, said Jony.


Cikarang, Indonesia - President University juga merayakan hari jadinya yang ke-15 pada 22 Juli 2017. President University mengadakan pagelaran wayang kulit yang bertema “Bima Sakti” untuk merayakan hari jadinya yang jatuh pada bulan April lalu. Pagelaran ini bertempat di President University dan akan dibawakan oleh Ki Radyo Harsono sebagai dalang. Selain dihadiri oleh pimpinan Jababeka dan President University, tamu kehormatan dari beberapa kedutaan besar negara lain di Indonesia, pemerintahan, dan semua elemen dari President University turut diundang dalam acara ini.

Menurut Dr. Jony Oktavian Haryanto, wayang kulit dipilih karena President University merupakan universitas internasional namun tetap tidak melupakan kearifan budaya lokal. Wayang kulit merupakan budaya lokal Indonesia yang sudah mendunia, diharapkan dengan pagelaran wayang ini President University tidak hanya menjadi ‘menara gading’, tetapi masyarakat umum juga bisa menikmati acara yang diselenggarakan ini.

Pagelaran wayang kulit ini juga merupakan sarana untuk mendidik dan membangun karakter dan kebijaksanaan mahasiswa sebagaimana misi President University untuk mendidik pemimpin masa depan yang tidak hanya dari sisi pengetahuan tapi juga karakter dan kebijaksanaan dengan harapan kedepannya President University dapat menjadi universitas kelas dunia yang mencetak pemimpin-pemimpin yang hebat.

Dr. Jony Oktavian Haryanto juga mengungkapkan bahwa President University menargetkan untuk menjadi 50 universitas terbaik di Indonesia dan menjadi universitas unggul di level dunia untuk kedepannya. Selain itu, Ia juga berharap President University dapat memberikan manfaat yang besar.

“Siswa yang berkuliah di President University tidak hanya diberikan teori, namun juga dibekali dengan praktek di lapangan. President University terletak di kawasan industri dan didukung oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang dapat menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa”, ujar Jony.