News

What's happening in PresUniv


Published: 23 May 2019

An inspirational story comes from our International Relations student, I Komang Triska Ananda Dilivianugraha Priantara. Nanda who has been always interested in improving people’s welfare is now in a new project in Bali.

Reported in Newsline MetroTV, Nanda opened an online donation to help physically challenged children in Buleleng, Bali and build a home for poor people in Karangasem, Bali.

Together with ‘Relawan Bali’, Nanda urges people to help a couple named Wayan Palit and Nengah Genten. Wayan Palit is visually impaired while Nengah Genten grew up with abnormal legs. Currently, Wayan works as a masseur. Due to his disability, he cannot travel far to work. Later, the collected donation will be used to build a proper house for them to live and open up the massage practice.

Previously in 2017, Nanda has successfully raised donations for the bridge construction in Lambanapu Village, East Sumba, East Nusa Tenggara. The bridge construction was made due to the fact that while education is an important tool to improve human resource’s quality, children in Lambanapu Village are troubling to access education.

Nanda made this donation action after experienced the long journey that children should take to go the school.  They have to swim across the 40 meters wide river. Sadly, this river is one of the largest crocodile habitats in Sumba. The children also need to go through hills and valleys to arrive at school.

In addition, this action did not only draw the Indonesian government’s attention but also made NGO from Europe come to Indonesia to help the construction. The construction that began in 2018, has now finished and inaugurated on February 14, 2019. The Regent of East Sumba and people in Lambanapu Village attended the inauguration of this bridge.

“Government is not the only one that can work to make Indonesia better. Young people like us can also contribute to help our brothers and sisters in need,” said Nanda who are receive Australian Awards Program: Peatland Live-in in 2018. Nanda's action is expected to be an inspiration for other young people to care about the nation’s welfare.

 


 

Kisah inspiratif datang dari mahasiswa jurusan Hubungan Internasional President University, I Komang Triska Ananda Dilivianugraha Priantara. Nanda yang telah dikenal dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia ini membuka proyek baru di Bali.

Seperti yang diberitakan dalam Newsline MetroTV, Nanda membuka donasi online untuk membantu kaum difabel dan kaum papa di Kabupaten Buleleng dan Karangasem, Bali.

Bersama dengan Relawan Bali, Nanda mengajak masyarakat untuk membantu pasangan suami istri bernama Wayan Palit dan Nengah Genten. Wayan merupakan seorang tunanetra sedangkan Nengah terlahir dengan kaki yang tidak normal. Saat ini, Wayan bekerja sebagai tukang pijat. Namun, karena keterbatasannya, Wayan tidak bisa berpergian ke tempat yang jauh untuk bekerja. Nantinya, donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pasangan ini membangun rumah yang layak. Selain untuk tempat tinggal, diharapkan Wayan juga dapat membuka praktik pijatnya di rumah.

Sebelumnya di tahun 2017, Nanda telah berhasil mengumpulkan donasi untuk membangun jembatan gantung di Desa Lambanapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Aksi ini diinisiasi setelah Nanda melihat langsung perjalanan jauh yang harus ditempuh anak-anak di desa tersebut untuk ke sekolah. Padahal pendidikan begitu penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Anak-anak di Desa Lambanapu harus berenang menyeberangi sungai selebar 40 meter untuk pergi ke sekolah. Mirisnya, sungai ini merupakan salah satu habitat terbesar buaya di Sumba. Tidak hanya menyeberangi sungai, anak-anak begitu bersemangat melewati bukit dan lembah untuk ke sekolah. Semangat inilah yang Nanda tangkap dan salurkan dengan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan jembatan gantung ini.

Tidak hanya menarik perhatian masyarakat dan pemerintah Indonesia, aksi ini juga berhasil mendatangkan NGO dari Eropa untuk meminjamkan alat membangun jembatan. Lebih lanjut, Bupati Sumba Timur juga turut hadir meresmikan jembatan ini pada 14 Februari 2019 yang lalu.

“Bukan hanya pemerintah yang dapat bekerja membangun Indonesia, kita sebagai generasi muda juga dapat turut berkontribusi membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar pria penerima Australia Awards Program: Live-in Peatland pada tahun 2018 ini. Aksi Nanda diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk peduli terhadap kesejahteraan bangsa.