News

What's happening in PresUniv


Published: 08 May 2019

President University is committed to prepare entrepreneur students who are ready to build their own business after graduating. Setsail, a business incubator is the proof of this commitment. It provides counseling, teaching and mentoring for the students who want to open their business. Adhi Setyo Santoso, Business Administration lecturer is currently directing the unit which was founded in 2016.

Aside from his activity as a lecturer, Adhi also runs the information technology business named PT. Biline Aplikasi Digital. According to the alumnus of the School of Business KAIST, South Korea, the curriculum prepared by Setsail for President University plays an important role in the students’ business preparation.

“First, I want to change the students’ mindset that the entrepreneur curriculum is not only for the students who want to open the business but also for the one who wants to be professionals,” said Adhi.

“For now, the students thought that entrepreneur is limited only to the one who wants to trade, but in the practice, if we see a startup business, many of them come from IT background. Meaning, everyone can be entrepreneurs,” he continued.

After the entrepreneurship mindset formed, the students would be given the opportunity to be involved in some activities and organizations where socializing skill is needed. According to Adhi, an entrepreneur is not only about trading skill, but also the ability to build a good relationship with every single person involved in the business.”

“With the right entrepreneur mindset and socializing skill, this is the time for the students to run their business,” added 31 years old male who currently pursuing his doctoral degree in Universitas Indonesia.

We can not learn business only by simply reading classic theories. Thus, the real practical business experiences are necessary.

“It is important for the entrepreneur to combine the theory and practice. Therefore, the experiences only gained when someone has started to run their own business. A plan without execution is nothing,” he continued.

Adhi encourages students to dare to try, so they can find the most suitable business opportunity. He expects students who build their business during university will have a stable running business when they are graduated.

"I hope 25% of President University graduates open their own businesses, while the remaining 75% become innovative professionals. Although they don't open their own business, I want President University students to be able to become agents of change in their workplace later," he concluded.

 


 

President University terus berkomitmen untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berjiwa entrepreneur yang siap membangun usahanya sendiri selepas lulus dari universitas. Komitmen ini diwujudkan dengan mendirikan Setsail, sebuah inkubator bisnis yang menyediakan konseling, pengajaran, dan pendampingan bagi para mahasiswa yang ingin membangun bisnis. Dosen Administrasi Bisnis, Adhi Setyo Santoso, didaulat untuk memimpin unit yang didirikan pada 2016.

Adhi Setyo Santoso bukanlah orang baru di dunia bisnis. Selain mengajar, ia juga memiliki usaha teknologi informasi PT Biline Aplikasi Digital. Menurut alumni School of Business KAIST Korea Selatan ini, kurikulum yang disiapkan oleh Setsail untuk President University berperan penting dalam persiapan bisnis mahasiswa.

“Pertama-tama saya ingin mengubah mindset mahasiswa bahwa kurikulum entrepreneur bukan hanya untuk mahasiswa yang ingin membuka usaha, tetapi juga untuk mahasiswa yang ingin menjadi tenaga profesional,” kata Adhi.

“Selain itu, selama ini mahasiswa berpikir bahwa entrepreneur itu hanya untuk yang ingin berdagang, sedangkan pada prakteknya, jika kita melihat bisnis startup saat ini, rata-rata semua background-nya IT kok. Jadi pada intinya, siapa saja bisa menjadi entrepreneur,” lanjutnya.

Setelah mindset entrepreneurship terbentuk, mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi yang membutuhkan kemampuan bersosialisasi yang baik. Menurutnya, entrepreneur tidak hanya bicara jago berdagang, tetapi juga terampil dalam menjalin hubungan baik dengan semua orang yang terlibat dalam usaha yang didirikan mahasiswa nantinya.

“Setelah mempunyai mindset yang benar dan kemampuan bersosialisasi yang baik, inilah saatnya mahasiswa terjun langsung untuk menjalankan bisnisnya,” tutur pria 31 tahun yang kini menempuh pendidikan S-3 di Universitas Indonesia dengan fokus penelitian Open Innovation in Digital Platform ini.

Dunia bisnis zaman sekarang tidak bisa dipelajari hanya dengan membaca teori-teori klasik. Karenanya, diperlukan pengalaman praktik bisnis yang riil.

“Seseorang yang ingin membangun bisnis perlu menggabungkan ilmu yang didapat lewat buku dan pengalaman. Nah, pengalaman ini hanya bisa didapat saat seseorang sudah benar-benar terjun langsung memulai menjalankan bisnis. Kalau hanya planning, tapi tidak dilakukan ya sama saja bohong,” tambahnya.

Adhi ingin mendorong para mahasiswanya untuk berani berekperimen agar mereka dapat menemukan peluang bisnis yang paling cocok dengan minatnya. Ia berharap dengan mulai membangun bisnis saat masih berkuliah, mahasiswa sudah bisa mempunyai bisnis yang stabil dan siap jalan saat lulus dari universitas.

“Harapan saya, 25% lulusan President University membuka usahanya sendiri, sedangkan 75% sisanya menjadi profesional yang inovatif. Meskipun tidak membuka bisnis sendiri, saya ingin mahasiswa President University mampu menjadi agent of change. Di mana mereka membawa perubahan di tempat mereka bekerja nanti”, tutupnya.