News

What's happening in PresUniv


Published: 29 Apr 2019

President University Senate held the inaugural ceremony of its first professor, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto on Friday, April 26, 2018. The rector of President University was inaugurated in an open senate hearing led by Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D as the Chair of the Senate. This event was attended by all members of the senate, President University Foundation, staff, lecturers, and students of President University. Invited guests who attended the event included Head of the Region IV Higher Education Services Institute - Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. and professor of the University of Indonesia - Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Held at the Tourism Office Auditorium.of District Bekasi, Cikarang, Bekasi, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto presented a scientific speech with theme "Opportunities and Ethics of Research About Children as Potential Markets: Unconscious Markets". In his scientific speech, Jony Haryanto said that the presence of children as a potential market is frequently forgotten by marketers. Whereas, the children market includes three markets at once, which are the primary market, the influence market, and the future market. He reasoned that if the causes of child loyalty can be identified from an early age, there will be a major breakthrough in marketing and management science in general.

From the research conducted in ten years (2008 – 2018), Jony found that brand loyalty in children was influenced by several factors: Brand Personality, Brand Trust, Brand Security, Brand Relationship, Buying Habituation, and Autobiographical Memory. Jony said, "The six antecedents form a new hidden neuron, namely Emotional Authenticity, Brand Partnership, and Marketing with Memory."

“Even though the children market is huge and potential, the children are still children. They still have limitation in choosing and managing the information they received. Thus, it is important for the marketers to focus on the ethical aspect in doing marketing activities for children, so we introduced virtue ethics concept as the new alternative.” added Jony.

Virtue ethics is defined as a person’s continuous habit for goods. Companies or marketers need to introduce a new approach in marketing activities for children, specifically virtue ethics which believed able to overcome children exploitations.

Furthermore, Jony hoped that there will be many lecturers follow his steps to become professors at President University. "If there is the first, of course, there will be the second, third and so on. The professor is the highest rank that all lecturers should pursue, including President University lecturers in it. In addition, this title of Professor also becomes a challenge for those who have it to always produce something useful in the future,” he concluded.


Jumat (26/4), Senat President University menggelar upacara pengukuhan guru besar pertama di lingkungan President University. Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto. Rektor President University dikukuhkan dalam sebuah sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D selaku Ketua Senat. Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran rektorat, anggota senat, pengurus Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, staf, dan segenap dosen President University. Tamu undangan yang turut menghadiri acara tersebut antara lain, kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV - Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. dan guru besar Universitas Indonesia - Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Sidang senat terbuka yang diselenggarakan di Auditorium Dinas Pariwisata Kab. Bekasi, Cikarang, Bekasi ini menghadirkan tema “Peluang dan Etika Penelitian Tentang Anak Sebagai Pasar Potensial: Pasar yang Tidak Disadari”. Dalam orasi ilmiahnya, Jony Haryanto menyampaikan bahwa kehadiran anak-anak sebagai pasar potensial seringkali dilupakan oleh para pemasar. Padahal pasar anak mencakup tiga pasar sekaligus, yaitu pasar primer, pasar pemberi pengaruh, dan pasar masa depan. Ia berpendapat jika sejak usia dini dapat diidentifikasi apa penyebab terjadinya loyalitas pada anak, maka akan terjadi terobosan besar di dunia pemasaran dan ilmu manajemen secara umum.

Dari penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu sepuluh tahun yaitu sepanjang tahun 2008 sampai 2018, Jony mendapati bahwa loyalitas merek pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu Brand Personality, Brand Trust, Brand Salience, Brand Relationship, Buying Habituation, dan Autobiographical Memory. Jony menyebutkan, “Keenam anteseden tersebut membentuk suatu neuron tersembunyi baru, yaitu Emotional Authenticity, Brand Partnership, dan Marketing with Memory.”

“Meskipun pasar anak sangat besar dan potensial, namun anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka masih memiliki keterbatasan dalam memilih dan mengelola informasi yang mereka terima. Untuk itu, penting bagi pemasar untuk memperhatikan aspek etika dalam melakukan kegiatan pemasaran kepada anak, kami memperkenalkan konsep virtue ethic sebagai pendekatan alternatif baru,” tambah Jony.

Virtue ethic didefinisikan sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang secara terus-menerus untuk melakukan kebaikan. Perusahaan atau pemasar perlu mengenalkan pendekatan baru dalam kegiatan pemasaran kepada anak, yaitu dengan pendekatan virtue ethics yang dipercaya mampu mengatasi eksploitasi pada anak.

Lebih lanjut, Jony berharap bahwa kelak akan banyak kolega dosen yang mengikuti jejaknya menjadi guru besar di lingkungan President University. “Jika ada yang pertama tentu ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Profesor merupakan peringkat tertinggi yang seharusnya dikejar oleh semua dosen, termasuk dosen-dosen President University di dalamnya. Meskipun demikian, gelar ini merupakan sebuah tantangan bagi saya untuk tidak menjadi PTP alias Profesor Tanpa Produk.” tutupnya.