News

What's happening in PresUniv


Published: 13 Apr 2018

Jakarta, Indonesia—International Relations Students of President University bacth 2015 visited the Komando Armada Barat TNI Angkatan Laut located in Pondok Dayung, Tanjung Priok, North Jakarta (10/4). The event is called "IR Defense Visit" and is an annual event of Maritime Security course aimed at introducing students to warships and knowing their practical purposes. A total of 25 students of International Relations and two lecturers attended this visit.

During the visit, students were given a public lecture on Indonesia’s Maritime Security from Komandan Kolat Armabar Kolonel Laut (P) Suharto. “Indonesia is a huge country as an archipelagic state and its geographical location. All we need to do is manage it well, so the world will notice of how huge we actually are,” said Suharto.

In addition, students also get a chance to tour and sightseeing the warship KRI Sutedi Senoputra and KRI Teluk Cirebon-543.

“By joining this Defense Visit, I hope students can understand more on Maritime Security subject and know about tools used to fulfill national interest. So if they have understood the theory, now they can have a discussion with the practitioneer in the field to enrich their knowledge,
said I Gusti Bagus Dharma Agastia, one of lecturers of International Relations.


Jakarta, Indonesia—Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2015 President University mengunjungi Komando Armada Barat TNI Angkatan Laut yang berlokasi di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara (10/4). Acara ini bernama “IR Defense Visit” dan merupakan acara tahunan dari mata kuliah Maritime Security yang bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada kapal perang serta mengetahui tujuan praktisnya. Sebanyak 25 mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional dan dua orang dosen hadir dalam kunjungan ini.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan kuliah umum mengenai Keamanan Maritim Indonesia dari Komandan Kolat Armabar Kolonel Laut (P) Suharto. “Indonesia adalah negara besar dengan kepulauan dan lokasi geografisnya. Yang perlu kita lakukan adalah mengelolanya dengan baik, sehingga dunia akan memperhatikan seberapa besar sebenarnya kita,” kata Suharto.

Selain itu, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk tur melihat kapal perang KRI Sutedi Senoputra dan KRI Teluk Cirebon-543.

“Dengan mengikuti Defense Visit ini, saya berharap mahasiswa bisa lebih menyerap pelajaran mata kuliah Maritime Security dan juga bisa tahu mengenai alat-alat yang digunakan untuk memenuhi kepentingan naisonal. Jadi mereka sudah memahami teorinya, sekarang mereka dapat berbincang dengan praktisi di lapangan untuk memperkaya pengetahuan mereka,” ujar I Gusti Bagus Dharma Agastia, salah satu dosen Ilmu Hubungan Internasional.