News

What's happening in PresUniv


Published: 12 Feb 2018

On Monday (12/2), School of Computing President University (PresUniv) collaborated with Internship & Career Center (ICC) and Communication Bureau, and SetSail BizAccel held a guest lecture themed “Big Data: The Future Trend & Implementation”. The event took place in Charles Himawan Auditorium, President University, Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Jabakeka, Cikarang.

According to JB Susetiyo, Director of ICC & Communication PresUniv, the guest lecture which invited speakers amongst practitioners is an attempt to bridge the gap between theory and practice. “The guest lecture is open for all students in PresUniv,” said JB Susetiyo.

What is big data? Komang Budi Aryasa said, "This is data available in large quantities. Both structured and unstructured, and flowing very quickly." Structured data exists in databases, documents and data in other traditional formats. Meanwhile, unstructured data, continued Komang, can be in the form of email or social media.

Why big data is important? "All the data that is spread everywhere, if it can be obtained and processed, it will become important business information for the company," said Komang. The company could know exactly the profile of its customers. In fact, Komang stated, the company could know anyone who has not become a customer or changes in their tastes in the future.

In the field of human resources (HR), for example, through big data applications we could know in detail the profile of prospective employees. "Currently the information available in the curriculum vitae (CV) alone is not sufficient," said Komang. In the CV, the information available is usually just a fine one. Through big data, elaborate Komang, we can find information about prospective employees, whether on Facebook, Instagram or other social media. "Companies usually prefer to recruit employees who have good behavior, as reflected in social media," said Komang.

In the next session, the speakers from DOKU explained how the implementation of big data in the company. One of them is the use of big data to prevent fraud in the financial technology industry (fintech), read customer transaction patterns, and share experience of application of machine learning model.

Arthur Purnama from DOKU also shared stories about the working situation at DOKU. "In DOKU, every employee must be willing to collaborate, be humble, willing to share and serve each other," he said.

Next question, what happens after big data era? Komang asserted, the next era is Artificial Intelligence (AI) which is widely applied in Industrial era 4.0. This is an era in which many human roles are replaced by smart robots. "So study the science of AI," said Komang to the PresUniv students. (JB)     


Senin (12/2), Fakultas Komputer di President University (PresUniv), bekerja sama dengan Biro Internship & Career Center (ICC) dan Biro Komunikasi, serta SetSail BizAccel, menggelar kuliah tamu bertopik Big Data: The Future Trend & Implementation. Kuliah tamu diselenggarakan di Auditorium Charles Himawan, Kampus President University, Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Jabakeka, Cikarang. Para pembicara dalam kuliah tamu kali ini adalah Komang Budi Aryasa, Big Data Project Director PT Telkom Tbk., serta tiga pembicara dari PT Nusa Satu Inti Artha atau DOKU, perusahaan online-offline payment gateway. Mereka adalah Arthur Purnama (VP of Tech Process Management), Sugiharto (VP of Risk Management) dan Reza Farasdak (Product Owner).

Menurut JB Susetiyo, Director of ICC & Communication PresUniv, kuliah tamu yang menghadirkan pembicara dari kalangan praktisi adalah sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara teori dengan praktek. “Kuliah tamu semacam ini terbuka bagi mahasiswa program studi apa pun di PresUniv,” ucap JBS, panggilannya. 

Apa itu big data? Kata Komang Budi Aryasa, “Ini adalah data yang tersedia dalam jumlah besar. Baik yang sifatnya terstruktur maupun tidak terstruktur, dan mengalir dengan sangat cepat.” Data terstruktur ada dalam database, berbagai dokumen dan data dalam format tradisional lainnya. Sementara, data tidak terstruktur, lanjut Komang, bisa dalam bentuk email atau media sosial.

Mengapa big data itu penting? “Semua data yang tersebar di mana-mana tersebut, kalau bisa didapat dan diolah, ia akan menjadi informasi bisnis yang penting bagi perusahaan,” kata Komang. Perusahaan bisa mengetahui secara persis profil pelanggannya. Bahkan, papar Komang, perusahaan bisa tahu siapa saja yang belum menjadi pelanggannya, atau perubahan selera mereka di masa mendatang.

Dalam bidang human resources (HR), misalnya, melalui aplikasi big data kita bisa tahu secara detail profil calon karyawannya. “Sekarang informasi yang tersedia di curriculum vitae (CV) saja tidak memadai,” tegas Komang. Di CV informasi yang tersedia biasanya hanya yang baik-baik saja. Melalui big data, urai Komang, kita bisa bisa mencari informasi mengenai calon karyawan tersebut, baik yang ada di Facebook, Instagram atau media sosial lainnya. “Perusahaan biasanya lebih suka merekrut karyawan yang mempunyai perilaku baik, sebagaimana tercermin di media sosialnya,” ungkap Komang.

Pada sesi berikut, para pembicara dari DOKU memaparkan bagaimana penerapan big data di perusahaannya. Di antaranya, penggunaan big data untuk mencegah terjadinya fraud di industri financial technology (fintech), membaca pola transaksi pelanggan, serta berbagi pengalaman penerapan model machine learning.

Arthur Purnama dari DOKU juga berbagi cerita tentang situasi kerja di DOKU. “Di DOKU, setiap karyawan harus mau berkolaborasi, rendah hati, mau saling berbagi dan saling melayani,” katanya.

Pertanyaan berikutnya, apa yang terjadi setelah era big data? Komang menegaskan, era berikutnya adalah Artificial Intelligence (AI) yang banyak diterapkan dalam era Industri 4.0. Ini adalah era di mana peran manusia banyak digantikan oleh robot pintar. “Jadi pelajarilah ilmu tentang AI,” pesan Komang kepada mahasiswa PresUniv. (JB)