News

What's happening in PresUniv


Published: 07 Feb 2018

Cikarang, Indonesia - Two previous writings have explained about one of the criteria of Entrepreneurial University and the approach used to create a university to have the character of entrepreneurship. This time we will discuss how a university can do self-assessment aon how entrepreneurial they are?

Thus, we need a little acquainted with HEInnovate. What is that? HEInnovate started in March 2011 at the University Business Forum, a forum for dialogue and exchanging knowledge between European universities and businessmen in the region. Then, in 2013 the initiative was developed by the European Commission and the OECD and six expert panels resulted to become an initiative as well as networking.

One of forms of the initiative is how a university that wants to develop an entrepreneurial atmosphere on campus can assess itself, "How much entrepreneurship I am?" HEInnovate then developed a self-assessment tool that covers seven areas or dimensions. Through this tool, a university can assess its current condition and what areas or dimensions are potential to be followed up in order to become Entrepreneurial University.

Referring to HEInnovate, there are seven areas or dimensions that can be rated alone by the university. What is that?

Leadership & Governance. This is to measure the commitment of the university leaders on the effort to build entrepreneurship and innovation culture. To be simplified, is there a word "company" or "corporation" and the word "entrepreneurship" in the vision and mission of the university?

Organizational Capacity: Funding, People and Incentives. Here, the organizational capacity is used to measure the ability of a university in realizing its strategy. If a university is really committed to carry entrepreneurship activities, they must have a support system. This system involves funding and investment aspects, human resources, knowledge and expertise, and incentives to support the growth and continuity of entrepreneurial capacity of the university. If this does not exist, forget it!

Entrepreneurial Teaching & Learning. The key is that a university needs to have innovative learning methods and find ways to stimulate the growth of entrepreneurial mindset. This is not just about learning about entrepreneurship, but also how university is constantly exposed to entrepreneurial experiences and ability to embrace skills and competencies to develop entrepreneurial mindsets.

Preparing and Supporting Entrepreneurs. University, including the network at HEInnovate, can help students, alumni and staff who want a career as a businessman. "Give them the opportunity to be free to develop their ideas and networks in a conducive environment," said Nadine Sulkowski, Lead of International Development of the University of Gloucestershire (UoG), a British university which jointly with President University initiated the GITA workshop , Growing Indonesia - a Triangular Approach, an approach to build Entrepreneurial University in Indonesia using the HEInnovate initiative.

For those who are interested in building their own business, help from university can be given in the form of idea contributions, evaluation and even to the level of action. Also, university can facilitate the development of the necessary skills in business, teamwork, and access to finance and networking.

Knowledge Exchange and Collaboration. The exchange of knowledge can be a catalyst for organizations to innovate. It can also make a valuable contribution to the progress of the learning and research process. Anggraeni Permatasari, Director of Center for Entrepreneurship Studies who is also a business lecturer at President University said, "With this instrument we can learn from other universities that have successfully developed the campus into Entrepeneurial University."

Furthermore, according to Reni, thereis also an opportunity for a university to collaborate with other universities incorporated in HEInnovate network. Currently in Europe alone there are 500 campuses from 30 countries are incorporated in the network. The exchange of knowledge and collaboration can be done by university with industry, government and other community groups.

The Internatiolized Institution. Internationalization is the process of integrating a global dimension into the field of education, research and knowledge exchange. Internationalization can also be a "vehicle" to pass through change and development. Does the university support international mobility for its staff and students?

Measuring Impact. University that carries the concept of entrepreneurial and innovation is also need to understand the impact of the changes they bring to the institution. There are a number of measures that can be used to assess. Among other things, how many intellectual property rights produced by the university, the quality, the ability to generate revenue, its contribution to economic development at the local level, and so forth.

Thus, HEInnovate is not just an instrument of self-assessment. It is also the entrance for universities who want to develop their campus into Entrepreneurial University.


Cikarang, Indonesia – Dua tulisan sebelumnya sudah memaparkan tentang salah satu kriteria dari Entrepreneurial University dan pendekatan yang dipakai untuk membuat suatu perguruan tinggi (PT) memiliki karakter entrepreneurship. Kali ini kita akan membahas bagaimana suatu PT dapat melakukan penilaian sendiri (self-assesment) tentang sudah seberapa entrepreneurialkah mereka?

Untuk itu kita perlu sedikit berkenalan dengan HEInnovate. Apa itu? HEInnovate bermula pada Maret 2011 dalam ajang University Business Forum, sebuah forum dialog dan saling bertukar pengetahuan antara universitas-universitas di Eropa dengan para pebisnis yang ada di kawasan tersebut. Lalu, pada 2013 inisiatif tersebut dikembangkan oleh European Commision dan OECD serta enam panel ahli menjadi semacam inisitiatif dan sekaligus jejaring.

Salah satu bentuk dari inisiatif tersebut adalah bagaimana suatu PT yang ingin mengembangkan atmosfer kewirausahaan di kampusnya dapat menilai dirinya sendiri, “Sudah seberapa entrepreneurshipkah saya?” Untuk itu HEInnovate kemudian mengembangkan perangkat self-assesment yang mencakup tujuh area atau dimensi. Melalui perangkat ini, suatu PT bisa menilai kondisinya pada saat ini dan area atau dimensi mana saja yang potensial untuk ditindaklanjuti agar bisa menjadi Entrepreneurial University.

Merujuk HEInnovate, ada tujuh area atau dimensi yang bisa dinilai sendiri oleh pihak PT. Apa saja?

Leadership & Governance. Ini untuk mengukur komitmen pimpinan PT terhadap upaya membangun budaya entrepreneurship dan inovasi. Ukuran simpelnya, adakah kata “perusahaan” atau “korporasi” dan kata “entrepreneurship” dalam visi misi suatu PT?

Organisational Capacity: Funding, People and Incentives. Di sini kapasitas organisasi dipakai untuk mengukur kemampuan PT dalam merealisasikan strateginya. Jika suatu PT betul-betul berkomitmen untuk mengusung aktivitas entrepreneurship, mereka mesti punya sistem pendukungnya. Sistem ini menyangkut aspek pendanaan dan investasi, SDM-nya, pengetahuan dan keahlian, serta insentif-insentif untuk mendukung tumbuh kembang dan kontinuitas kapasitas entrepreneurial dari PT tersebut. Jika ini semua tidak ada, lupakanlah!

Entrepreneurial Teaching & Learning. Kuncinya adalah suatu PT perlu memiliki metode pembelajaran yang inovatif dan menemukan cara-cara untuk merangsang tumbuhnya entrepreneurial mindset. Ini bukan hanya soal pembelajaran tentang entrepreneurship, tapi juga bagaimana PT senantiasa terekspos dengan pengalaman-pengalaman entrepreneurial dan kemampuan dalam merengkuh keahlian dan kompetensi untuk mengembangkan entrepreneurial mindset.

Preparing and Supporting Entrepreneurs. PT, termasuk jejaring di HEInnovate, bisa membantu mahasiswa, alumni dan staf yang ingin berkarier sebagai pebisnis. “Berikan kesempatan kepada mereka untuk bebas mengembangkan ide-ide dan jejaringnya dalam suatu lingkungan yang kondusif,” kata Nadine Sulkowski, Lead of International Development dari University of Gloucestershire (UoG), sebuah PT asal Inggris yang bersama-sama dengan President University menggagas workshop GITA, Growing Indonesia – a Triangular Approach, sebuah pendekatan untuk membangun Entrepreneurial University di Indonesia dengan memakai inisiatif HEInnovate.

Bagi mereka yang tertarik untuk membangun bisnis sendiri, bantuan dari PT bisa diberikan dalam bentuk sumbangan ide, evaluasi dan bahkan sampai ke level aksi. Juga, PT bisa memfasilitasi pengembangan keahlian yang diperlukan dalam berbisnis, membangun teamwork, serta akses ke keuangan dan jejaring.

Knowledge Exchange and Collaboration. Pertukaran pengetahuan bisa menjadi katalis bagi organisasi untuk berinovasi. Ini juga bisa memberikan sumbangan berharga bagi kemajuan proses pembelajaran dan riset. Kata Anggraeni Permatasari, Director of Center for Entrepreneurship Studies yang juga dosen bisnis di President University, “Dengan adanya instrumen ini, kita bisa belajar dari universitas lain yang berhasil mengembangkan kampusnya menjadi Entrepeneurial University.”

Lalu, menurut Reni, panggillannya, terbuka juga peluang bagi suatu PT untuk melakukan kolaborasi dengan universitas-universitas lain yang tergabung dalam jejaring HEInnovate. Saat ini di Eropa saja sudah ada 500-an kampus dari 30 negara di sana yang tergabung dalam jejaring tersebut. Pertukaran pengetahuan dan kolaborasi bisa dilakukan PT dengan industri, pemerintah dan kelompok masyarakat lainnya.

The Internationalized Institution. Internasionalisasi adalah proses untuk mengintegrasikan dimensi global ke dalam bidang pendidikan, riset dan pertukaran pengetahuan. Internasionalisasi juga bisa menjadi “kendaraan” untuk melalukan perubahan dan pengembangan. Adakah PT mendukung mobilitas internasional bagi para staf dan mahasiswanya?

Measuring Impact. PT yang mengusung konsep entrepreneurial dan inovatisi juga mesti memahami dampak dari perubahan-perubahan yang mereka bawa bagi institusinya. Ada sejumlah ukuran yang bisa dipakai untuk menilai. Di antaranya, berapa banyak hak kekayaan intelektual yang dihasilkan oleh PT tersebut, bagaimana kualitasnya, kemampuan dalam menghasilan pendapatan, kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi di tingkat lokal, dan lain sebagainya.           

Jadi, HEInnovate bukan hanya instrumen self assesment. Ia juga pintu masuk bagi universitas-universitas yang ingin mengembangkan kampusnya menjadi Entrepreneurial University. 

***