News

What's happening in PresUniv


Published: 18 Sep 2017

Bandung, Indonesia—On Thursday (7/9) there were two international conferences that was being held in Bandung. One was be the International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES) by School of Business and Management Institute of Technology Bandung (SBM-ITB), while the other was the 2nd Indonesia Multidisciplinary Studies Research International Conference (IMSRIC) by International Postgraduate Network (IPN) Malaysia. One of the lecturers from School of Business in President University, Dr. Ir. B.M.A.S. Anaconda Bangkara, MT., MSM. (also known as Dr. Ienjo), achieved awards from those two conferences in a day. He received the Best Paper Award in IICIES and the Best Presenter Award in IMSRIC.

In IICIES, he presented a paper titled “Cross Cultural Communication: Factors in Promoting Propensity to Share for Japanese MNC’s in Indonesia”. This study was intended to identify indigenous cross-cultural communication factors to support propensity to share in Japanese-Indonesian joint ventures operating in Indonesia, in conjunction with creating effective communication.

Being held in Hotel Sheraton Bandung, the conference was attended by Ridwan Kamil, Mayor of Bandung, Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE., MM., MA, Rector of President University, Prof. Michael Hitchcok, University of London, Dwilarso, Ph.D, Vice Rector for Academics President University, and many other distinguished guests.

While in IMSRIC, he presented a paper called “Study of Workplace Friendship Factors in Indonesia’s Perspective for Japanese MNC in Indonesia”. He sees that despite the successes and benefits of MNC's existence, a number of issues are still frequently encountered as a result of cultural differences between members of the organization. These differences, if not addressed properly, will interfere workplace relationships, which will ultimately interfere the organization's daily activities.  

Being held in Ibis Hotel, Bandung, IMSRIC provided a platform where researchers, professionals, academicians and industries to share and generate forum of the latest Business, Art, Social Science, Science, Engineering, Technology and related area of research and development.

Therefore, the purpose of his research are to identify the dominant factor of workplace relationship from the point of view of Indonesian for MNC from Japan operating in Indonesia, in this case in Jababeka industrial area, Bekasi.

“Through my research, I want to find a bridge that could make a better relationship in a Japanese MNC despite its cultural differences. I came up with two ways to overcome that, which are utilizing informal activities such as Independence Day competition and the use of informal language that could draw the members closer”, said Ienjo.

This is the third time he presented in the IPN conference. He has published two SCOPUS-indexed journals, one upcoming SCOPUS-indexed journal will be published, and 5 proceeding journals.

“Those papers are the result of my four years of research in a Japanese company.  I discovered many things that can be researched there, so I broke it down to make specific researches”, said Ienjo.

According to Ienjo, to keep producing scientific works, you have to start to think that writing and sharing ideas as a part of daily activities. An idea that is left unsaid will not be any benefits for others.

“I think my ideas will only be better if the others know about it. They will also be able to modifiy my ideas with their own”, Ienjo stated.(SL)


Bandung, Indonesia— Pada hari Kamis (7/9) terdapat dua konferensi internasional yang digelar di Bandung. Salah satunya adalah International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES) oleh School of Business and Management Institute of Technology Bandung (SBM-ITB), sementara yang lainnya adalah the 2nd Indonesia Multidisciplinary Studies Research International Conference  (IMSRIC) oleh International Postgraduate Network (IPN) Malaysia. Salah satu dosen dari Sekolah Bisnis di President University, Dr. Ir. B.M.A.S. Anaconda Bangkara, MT., MSM. (juga dikenal sebagai Dr. Ienjo), meraih penghargaan dari dua konferensi tersebut dalam sehari. Ia menerima Best Paper Award di IICIES dan Best Presenter Award di IMSRIC.

Di IICIES, ia mempresentasikan sebuah makalah berjudul “Cross Cultural Communication: Factors in Promoting Propensity to Share for Japanese MNC’s in Indonesia”. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor komunikasi lintas budaya bagi pribumi untuk mendukung kecenderungan berbagi dalam perusahaan gabungan Indonesia-Jepang yang beroperasi di Indonesia dalam hubungan menciptakan komunikasi yang efektif.

Diselenggarakan di Hotel Sheraton Bandung, konferensu ini dihadiri oleh Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE., MM., MA, Rektor President University, Prof. Michael Hitchcok, University of London, Dwilarso, Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik President University, dan tamu-tamu terhormat lainnya.

Sedangkan di IMSRIC, ia mempresentasikan sebuah paper berjudul “Study of Workplace Friendship Factors in Indonesia’s Perspective for Japanese MNC in Indonesia”. Ia melihat bahwa terlepas dari kesuksesan dan keuntungan dari adanya MNC, beberapa isu masih sering dihadapi sebagai hasil dari perbedaan budaya diantara anggota organasasi. Perbedaan ini, jika tidak ditangani dengan baik, akan mengganggu hubungan dalam lingkungan kerja yang juga akan mengganggu aktifitas sehari-hari dari organasasi tersebut.

Diselenggarakan di Ibis Hotel, Bandung, IMSRIC memberikan tempat bagi para peneliti, profesional, akademisi, dan industri untuk berbagi dan membuat forum terkini di bidang Bisnis, Seni, Ilmu Sosial, Sains, Teknik, Teknologi, serta area riset dan pengembangan yang relevan.

Oleh karena itu, tujuan dari penelitiannya adalah untuk mengidentifikasi faktor dominan dari hubungan di lingkungan pekerjaan dari sudut pandang orang Indonesia untuk MNC dari Jepang yang beroperasi di Indonesia, dalam kasus ini di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi.

“Melalui penelitian ini, saya ingin menemukan jembatan apa yang bisa membuat hubungan satu sama lain menjadi baik di dalam sebuah perusahaan Jepang terlepas dari perbedaan budaya. Saya menemukan dua cara untuk menghadapinya, yaitu dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan informal seperti perlombaan 17 Agustus, dan penggunaan bahasa informal bisa lebih mendekatkan hubungan diantara mereka” Jelas Ienjo.

Ini merupakan kali ketiga baginya untuk menjadi presenter di konferensi yang diadakan oleh IPN. Ia telah mempublikasikan dua jurnal yang terindeks SCOPUS, satu jurnal terindeks SCOPUS akan terbit, dan 5 jurnal prosiding.

"Makalah tersebut merupakan hasil penelitian saya selama empat tahun di sebuah perusahaan Jepang. Saya menemukan banyak hal yang bisa diteliti di sana, jadi saya memecahnya untuk membuat penelitian yang spesifik", kata Ienjo.

Menurut Ienjo, untuk terus memproduksi karya ilmiah, mulailah berpikir bahwa menulis dan berbagi ide merupakan sebagian dari kegiatan sehari-hari. Ide yang tidak diceritakan tidak akan bermanfaat bagi orang lain.

"Saya pikir ide saya akan lebih baik jika yang lain mengetahuinya. Mereka juga bisa memodifikasi ide saya dengan ide mereka", ungkap Ienjo.(SL)