Published: 12 Jan 2018

Cikarang, Indonesia—Education and the development of a nation is inseparable. A nation will develop if the educated human resources become the axis. This is the basis of the cooperation undertaken by President University (PresUniv) and Central Provincial Government, Papua New Guinea.

To realize the cooperation, on Tuesday (9/1), Governor of Central Provincial Government, Papua New Guinea, Hon. Robert Agarobe, and Ambassador of Papua New Guinea to Indonesia, HE. Peter Ilau visited PresUniv. They were welcomed by Rector of PresUniv, Dr. Jony Haryanto, Vice Rector for Communication and Partnerships PresUniv, Handa S. Abidin, SH, LL.M, Ph.D, and Director for International Partnerships PresUniv, Marissa N. Astika, B.Sc., M.B.A.

The visitation aimed to discuss cooperation between both parties in term of education, which cover scholarship for excellent students from both countries. “The cooperation is a part of the vision to develop Central Province. I hope President University can contribute to create educated and qualified human resources to support the governor in developing the province,” said Peter.

Peter, who has been Papua New Guinean Ambassador since six year ago, stated that until now there is no Papua New Guinean students study in Indonesia. Through this cooperation, he hope that Papua New Guinean students can start to study at PresUniv at 2018.

Furthermore, Robert Agarobe, an entrepreneur who has been Governor of Central Province since 2017 said that most of Papua New Guinean people still live in the countryside. Through education, he hopes that there will be great human resources to build the country. According to Agarobe, as the nearest neighbor, Indonesia and Papua New Guinea have many similarities. Agarobe is also believes that PresUniv has something to offer. That is what brought him to Indonesia. “PresUniv which located in the middle of industrial area gives industrial experience for students who study here. That is what we want to do in Papua New Guinea. We want to make the province become industrial area. We want the people to involve in what we are doing,” said Robert.

During the visit to PresUniv, the delegation from Papua New Guinea visited some campus’ facilities such as library, dormitory, and sport facilities in Jababeka Golf. As a follow up, PresUniv will also visit Papua New Guinea on February to discuss further about the cooperation. Rector PresUniv, Jony Haryanto said, “We are ready to help them in preparing the future leader for Papua New Guinea.”(SL)


Cikarang, Indonesia—Pendidikan dan pembangunan suatu bangsa tidak bisa terpisahkan. Suatu bangsa akan maju bila sumber daya manusia (SDM) terdidik dijadikan poros pembangunan. Inilah yang menjadi dasar kerja sama antara President University (PresUniv) dan Central Provincial Government, Papua Nugini.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, Selasa (9/1), Gubernur Central Provincial Government, Papua Nugini, Hon. Robert Agarobe, dan Duta Besar Papua Nugini untuk Indonesia, HE Peter Ilau berkunjung ke President University (PresUniv). Mereka diterima oleh Rektor PresUniv, Dr. Jony Haryanto, Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Kerja Sama PresUniv, Handa S. Abidin, SH, LL.M, Ph.D.,  dan Direktur Kerja Sama Luar Negeri PresUniv, Marissa N. Astika, B.Sc., M.B.A.

         Kunjungan tersebut bertujuan membahas kerja sama kedua belah pihak dalam bidang pendidikan, yang mencakup pemberian beasiswa bagi mahasiswa beprestasi dari kedua belah pihak. “Kerja sama ini merupakan salah satu bagian dari visi membangun Central Province. President University saya harap dapat berkontribusi untuk melahirkan SDM terdidik dan berkualitas untuk mendukung gubernur dalam membangun provinsi,” kata Peter Ilau.

Peter, yang telah menjabat sebagai Duta Besar sejak enam tahun lalu, mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada mahasiswa Papua Nugini yang bersekolah di Indonesia. Lewat kerja sama ini, ia berharap mahasiswa Papua Nugini bisa memulai perkuliahan di PresUniv pada tahun 2018.

Sementara Robert Agarobe, pengusaha yang menjabat Gubernur Central Province sejak 2017, mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Papua Nugini masih tinggal di pedesaan. Melalui pendidikan, dia berharap bisa lahir SDM yang hebat untuk membangun negaranya. Menurut Agarobe, sebagai tetangga terdekat, Indonesia dan Papua Nugini mempunyai banyak kesamaan. Agarobe juga yakin bahwa PresUniv memiliki sesuatu ditawarkan. Itulah yang membawanya ke Indonesia. “PresUniv yang berlokasi di tengah kawasan industri bisa memberikan pengalaman mengenai industri bagi mahasiswa yang belajar di sini. Itulah yang kami ingin lakukan di Papua Nugini. Kami ingin menjadikan provinsi kami menjadi daerah industri. Kami ingin masyarakat turut andil dalam apa yang kami lakukan,” ungkap Robert.

Selama di PresUniv, delegasi dari Papua Nugini tersebut mengunjungi beberapa fasilitas kampus, seperti perpustakaan, asrama, dan fasilitas olahraga di Jababeka Golf. Sebagai tindak lanjut, PresUniv akan melakukan kunjungan balasan ke Papua Nugini pada Februari medatang untuk membahas lebih detail mengenai kerja sama ini. Kata Rektor PresUniv Jony Haryanto, “Kami siap membantu mereka dalam mempersiapkan pemimpin masa depan bagi Papua Nugini.” (SL)